Lubukbasung,kaba12 — Dalam beberapa hari terakhir, mayoritas wilayah Kabupaten Agam terus diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup panjang. Sesuai prakiraan BMKG, kabupaten Agam menjadi salah satu daerah yang rutin diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengn status waspada.
Dampak curah hujan tinggi ini, justru memicu kekuatiran warga yang masih dibayangi trauma panjang menyusul dampak bencana hidrometeorologi November tahun lalu, apalagi saat ini, upaya penanganan masih terus berjalan, termasuk warga masih banyak yang bermukim di lokasi hunian sementara (huntara).
Beberapa warga yang kerap kuatir dampak curah hujan tinggi kepada kaba12 mengaku trauma, pasalnya dibeberapa wilayah, seperti di Nagari Sungai Batang,Bayua, III Koto dan beberapa nagari lain di kecamatan Tanjung Raya yang tahun lalu terdampak bencana, masih rentan terpicu banjir dan tanah longsor.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Palembayan, Malalak dan Palupuah, “kami masih trauma, bencana dahsyat yang menghancurkan pemukiman kami di Palembayan, hingga kini masih belum teratasi dengan baik, kami masih dihantui ketakutan jika hujan turun, “sebut Ridwan,warga Palembayan yang memilih pindah ke Manggopoh, Lubukbasung, karena selalu dibayangi kekuatiran akan bencana susulan.Hal serupa disebutkan M.Thamrin, warga Tanjung Raya, yang menyebut,pihaknya bersama keluarga masih terus dihantui kekuatiran jika hujan lebat, apalagi dalam beberapa waktu belakangan,hujan lebat kerap memicu banjir besar di aliran sungai Batang Tumayo sampai ke Pasar Sungai Batang, “mudah-mudahan, tidak terjadi hal-hal yang mengerikan lagi, “ungkapnya dengan nada pelan.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, curah hujan yang mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir, terutama di wilayah Lubukbasung, Ampek Nagari, Tanjung Raya, Palembayan, Matur dan beberapa lokasi lain, membuat warga harus meningkatkan kewaspadaan, bahkan kerap berjaga-jaga hingga larut malam, mengantisipasi berbagai kemungkinan yang setiap saat berpotensi terjadi.
(HARMEN)
