Akses Lubukbasung-Padanglua Mengerikan, Warga Pilih Jalur Lain Menuju Bukittinggi

Lubukbasung,kaba12 — Akses jalan di jalan propinsi ruas Padanglua – Simpang Gudang yang kondisinya semakin parah terdampak bencana makin menakutkan untuk dilewati warga. Para pengguna jalan yang biasanya rutin memanfaatkan jalur Lubukbasung-Maninjau-Kelok 44-Matur-Sungai Landia-IV Koto – Padanglua, terpaksa memilih rute lain yang lebih aman dan terjamin.

Bahkan, dampak bencana longsor susulan yang terjadi di kawasan Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan IV Koto, Minggu, (10/5/2026) semakin mengundang ketakutan, pasalnya selain di banyak titik ruas jalan rusak, kondisi kelok 8-10 ,membuat “ngilu”para pengendara yang melewati jalur tersebut.

Seperti diungkap Wandi dan Suardi, warga Lubukbasung yang bertugas di Bukittinggi dan Payakumbuh, yang mengaku lebih memilih jalur aman melewati jalur Sitinjau Lauik atau Padang Panjang, ketimbang melewati kelok 44, “saya setiap pekan bolak-balik Bukittinggi -Lubukbasung, sekarang ngeri saya jika harus melewati kelok 44, badan jalan banyak yang terban, jurang dalam seakan mengintai kita, “ungkap Wandi kepada kaba12.

Bahkan,sejak Desember tahun lalu, Wandi mengaku lebih memilih memutar jalur ke Padang Panjang atau Sitinjau Lauik menuju Padang baru ke Lubukbasung, ketimbang harus ke Kelok 44, “biar aman. Entah sampai kapan, jalur itu aka naman, “ulasnya.

Hal senada disebutkan Suardi, warga Lubukbasung yang bertugas di Payakumbuh yang memilih harus melakukan langkah aman dan nyaman, walau harus memutar ke jalur yang lebih jauh, “yang penting, kami bersama keluarga nyaman dan aman sepanjang jalan. Kita tak lagi bernyali harus melewati kelok 44, “sebutnya.

Kondisi itu, juga dialami banyak pengguna jalan lain, walau masih banyak yang terpaksa menempuh jalur berbahaya, yang sebelumnya menjadi ikon Indonesia di dunia tersebut, pasalnya kelok 44 menjadi satu-satunya di dunia yang memiliki keindahan dengan sajian pemandangan danau Maninjau yang indah.

(HARMEN)

0Shares