Lubukbasung,kaba12 — Warga Kabupaten Agam, khususnya yang bermukim di wilayah kecamatan Tanjung Raya, kecamatan Matur, Kecamatan IV Koto, Kecamatan Malalak, Kecamatan Palupuah dan Kecamatan Palembayan, masih terus dihantui ketakutan menyusul masih tingginya ancaman dampak bencana hidrometeorologi berlanjutan saat ini.
Bahkan, dampak beberapa kawasan yang sebelumnya luluh lantak dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor, hingga Minggu, (10/5/2026) masih bergelut dengan ketakutan, dampak curah hujan tinggi, yang masih memicu banjir bandang dan tanah longsor, karena masih dampak bencana yang terjadi sejak 25 November 2025 lalu, masih belum tertangani dengan optimal.

Seperti halnya kekuatiran warga di Nagari Sungai Batang, Nagari Maninjau, Nagari Bayua dan beberapa wilayah lain di Kecamatan Tanjung Raya, yang hingga Minggu ini masih dibayangi ketakutan akibat kembali meluapnya aliran sungai Batang Tumayo di Sungai Batang dan kembali meluapnya aliran sungai Batang Muaro Pisang di Jorong Pasar Maninjau.
Kekuatiran serupa juga dialami para pengguna jalan ruas Lubukbasung -Padanglua, dimana ruas jalan propinsi itu masih terus diancam longsor terutama di kawasan kelok 8-10 termasuk di dusun Simanciah, Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, yang Minggu, (10/5/2026) kembali dilanda longsor sehingga membuat akses jalan propinsi kembali terputus.

“Setiap saat, kami dibayangi ketakutan, karena ancaman longsor masih sangat tinggi di sepanjang ruas jalan kelok 44 sampai ke Sungai Landia, termasuk akses jalan alternatif Panta-Batas Kota Bukittinggi. Kami berharap, ada langkah konkrit yang betul-betul bisa segera mengatasi dampak longsor itu, terutaam dengan pembenahaan ruas jalan yang lebih maksimal, “sebut Mardianto, Febi dan Yandra Winata, pengguna jalan yang rutin memanfaatkan jalur Lubukbasung-Padanglua setiap hari.

Kekuatiran serupa juga disampaikan warga di wilayah Jorong Pasar Maninjau, di Jorong Labuah, Nagari Maninjau, wilayah Nagari Sungai Batang dan beberapa lokasi lain di kecamatan Palembayan, Matur dan Malalak, yang senantiasa masih dibayangi ketakutan akan ancaman bencana longsor dan banjir bandang susulan, walau sejauh ini pemerintah bersama unsur penanganan dampak bencana sudah sangat maksimal melakukan berbagai upaya untuk melindungi masyarakat.
(HARMEN)
