Palembayan, kaba12.com — Pemerintah dan Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid19 (GTP2 Covid19) Kabupaten Agam tidak ingin kecolongan dengan kondisi saat ini. Walau belum ada warga yang dinyatakan positif terpapar virus corona, namun kewaspadaan harus lebih ditingkatkan.
Seperti halnya, bupati Agam Dr.H.Indra Catri yang selalu “gelisah” dengan perkembangan kondisi yang ada di Sumatera Barat, terkait dengan penyebaran pandemic covid19, yang saat ini sudah mencapai angka 102 warga positif terpapar.
Karena gelisah dan kekuatiran yang tinggi itulah, membuat Bupati Indra Catri bekerja ekstra memikirkan solusi terbaik untuk masyarakat kabupaten Agam, tidak hanya dalam upaya memutus rantai penyebaran covid19, menyiapkan dukungan pangan untuk masyarakat, bahkan secara langsung ikut mengawasi kegiatan antisipasi di lapangan.
Seperti dilakukan bupati Agam itu Minggu,(26/4) malam, yang “malincam” mendatangi dua pos check point lintas batas Kabupaten Agam-Pasaman Barat di Tapian Kandih, kecamatan Palembayan dan posko lintas batas Agam-Pasaman di Palupuah.
“Saya ingin memastikan, kegiatan di pokso lintas batas berjalan maksimal. Personil harus siap, harus memakai APD, dan sarana operasional lengkap, “tegas Indra Catri.
Di posko chek point yang dipantau Indra Catri, beberapa catatan penting disampaikan. Para petugas yang mengemban amanah untuk mendata dan memantau pendatang, harus lebih optimal dalam menjalankan tugas, karena posko lintas batas sebagai pintu utama untuk memutus rantai penyebaran covid19.
Bupati Indra Catri menegaskan, seluruh petugas harus tetap siaga dan lakukan pengawalan ketat walaupun jumlah kenderaan yang melalui dan menuju Agam menurun drastis pasca diberlakukannya PSBB empat hari yang lalu.
“ Kita tidak mau kecolongan walaupun belum ada yang positif dan jumlah OPD terus menurun namun potensi terpapar masih saja tetap tinggi, “ tegas Indra Catri.
HARMEN
