Lubukbasung, kaba12.com — Kabupaten Agam yang dinyatakan masuk dalam zona merah mulai Jumat,(21/5) hari ini sampai evaluasi dalam sepekan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, tanggal 29 Mei mendatang menjadi perhatian banyak pihak.
Bahkan, ketua DPRD Agam yang terus memantau perkembangan kasus pandemic covid-19 di kabupaten Agam mengaku prihatin, karena peningkatan status ke zona merah itu, mengaku prihatin.
Walau sudah dikuatirkan sebelumnya, menyusul terjadinya lonjakan kegiatan masyarakat sejak Ramadhan, lebaran termasuk kegiatan belajar tatap muka yang terdampak oleh paparan covid-19, dibuktikan dengan lonjakan kasus terkonfirmasi beberapa hari belakangan.

Menyikapi kondisi itu, ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan berharap, seluruh unsur masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap potensi penularan virus corona, dengan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Novi Irwan juga berharap, seluruh unsur yang terkait dengan penanganan covid-19 di seluruh wilayah kabupaten Agam untuk lebih maksimal dalam mengawasi dan menertibkan kegiatan warga yang berpotensi memicu penyebaran virus corona itu, termasmasuk melakukan langkah-langkah strategis agar, pandemic yang beberapa waktu belakangan juga banyak penyebabkan warga kabupaten Agam meninggal dunia bisa diredam.
“ Kami yakin, dengan program penanganan yang sudah dirancang sebelumnya, pemerintah akan bisa lebih maksimal dalam menekan laju peningkatan kasus terkonfirmasi covid-19. Tapi, kuncinya, peran aktif masyarakat. Kami himbau untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker, jaga jarak dan jaga imum tubuh,”ulasnya.
HARMEN
