Lubukbasung, kaba12.com — Kabupaten Agam sudah “dikepung” daerah lain yang warganya sudah dinyatakan positif terpapar covid19. Saat ini, kabupaten Agam dalam posisi siaga menyikapi perkembangan yang terjadi di lapangan, termasuk adanya trend peningkatan pasien dalam pengawasan (PDP) di beberapa wilayah.
Sementara menyikapi rencana penerapan pembahasan sosial berskala besar (PSBB) yang diusulkan Pemprov.Sumbar, kabupaten Agam secara khusus sudah menyatakan kesiapan, karena serangkaian langkah sudah dilakukan, termasuk pengamanan pangan untuk masyarakat di kabupaten Agam.
Menjawab kaba12.com, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTP2 Covid19) kabupaten Agam M.Dt.Maruhun, mayoritas daerah di sekeliling kabupaten Agam, baik Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Pasaman, sudah ada data warga yang dinyatakan positif terpapar covid19.
Saat ini, di kabupaten Agam, masih dalam posisi kuning dan siaga, dengan angka pasien dalam pengawasan (PDP) 8 orang, yang saat ini dalam pengawasan khusus tim medis, “ kita berharap,dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kabupaten Agam terhindar dari musibah ini, “ sebut M.Dt.Maruhun yang juga sekretaris daerah kabupaten Agam itu.

Terkait dengan usulan Pemprov Sumbar untuk menerapkan PSBB di seluruh daerah termasuk kabupaten Agam kepada Menkes RI, M.Dt.Maruhun menegaskan, secara khusus kabupaten Agam justrus sudah siap, bahkan langkah-langkah penanganan sudah sampai pada distribusi pangan untuk warga, yang saat ini sudah menyelesaikan tahap II.
Bahkan M.Dt.Maruhun menegaskan, sesuai instruksi bupati Agam Dr.Indra Catri, langkah-langkah taktis strategis akan terus dilakukan, terutama dalam mengamankan dan menyelamatkan masyarakat, baik dalam upaya memutus rantai penyebaran covid19, termasuk dalam kesiapsiagaan pangan untuk masyarakat.
“ Kuncinya peran masyarakat, taati himbauan dan instruksi pemerintah. Social-physical distancing harus betul-betul ditaati, berdiam diri di rumah, rajin cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta pakai masker jika terpaksa ke luar rumah, “ tegasnya.
HARMEN

Kami siap sedia utk mengikuti aturan yg di terapkan sama Perintah Kabupaten ataupun Pusat. Asalkan kami di perhatikan sandang pangan kami dirumah. Maklum orang seperti aku ini yg kerja sebagai kuli bangunan dapat pagi gimana petangnya bapak2 yg terhormat.