Tanahdatar, kaba12.com — Adrian (14 tahun), anak pasangan Bustami dan Linda Rohaini warga Kubanglandai Tanjungemas Tanahdatar menderita kebocoran jantung bawaan.
Kondisi bocah malang itu makin terpuruk karena keluarganya tak punya biaya untuk membawanya berobat ke Rumah Sakit.
Menurut Yola, kakak bocah kelas 4 SD itu adik kecilnya baru diketahui menderita kebocoran jantung saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hanafiah Batusangkar beberapa waktu lalu, dan Adrian langsung dirujuk selama satu minggu di tumah sakit M. Djamil Padang. Dari hasil pemeriksaan dokter Adrian harus dirujuk ke rumah sakit Harapan Kita di Jakarta. Namun karena keterbatasan biaya Adrian terpaksa harus kembali pulang ke rumah.
“Adik sering terlihat murung menahan rasa sakit di dadanya, namun ia tidak pernah mengeluh mengatakan rasa sakitnya pada keluarga, sampai suatu hari beberapa waktu lalu dia harus dibawa ke rumah sakit Hanafiah Batusangkar dan sempat dirujuk selama seminggu ke M. Djamil Padang untuk mendapati pengobatan, sampai-sampai Adik harus dirujuk juga ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta. Tapi lantaran keterbatasan biaya kami harus membawanya kembali pulang”, kata Yola.
Meski seluruh biaya pengobatan adiknya gratis dengan menggunakan layanan BPJS, ia mengaku keluarganya tidak punya dana untuk membiaya mereka selama adiknya dirawat d rumah sakit.
Nasib yang diderita Adrian tersebut sempat viral di media sosial warga Tanahdatar, hingga akhirnya Ketua TP-PKK Tanahdatar Emi Irdinansyah bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LK2S) Tanahdatar mendatangi langsung kediaman Adrian di Tanjungemas, Selasa (29/05).
“Sebelumnya kita sudah mendapati informasi ini dan kita juga sudah menyampaikan hal ini kepada Bupati untuk dapat mengupayakan biaya pengobatan anak kita ini melalui BAZNAS, walau ia sudah memiliki kartu BPJS, namun segala sesuatu untuk kelancaran proses pengobatan tentu butuh biaya, seperti biaya bolak-balik ke Padang atau pun ke Jakarta”, ucapnya.
Dalam momen tersebut, Emi secara langsung mengecek dan melihat kondisi Adrian yang prihatin dan sedih, hingga Emi memberikan motivasi pada anak ke-7 dari delapan bersaudara itu.
Emi juga memberikan bantuan uang kepada keluarga Adrian dari simpanan milik pribadinya. Selain itu juga menyerahkan bantuan uang Rp 5.000.000 dari pemilik Hotel Emersia Batusangkar Hj. Meriwati. LK2S Tanahdatar juga memberikan bantuan sembako berupa 2 karung beras, telur pada keluarga Adrian.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tanah Datar dr. Yesrita mengatakan, untuk pengobatan Adrian saat ini, sudah dilakukan di RSUD M. Ali Hafiah Batusangkar dan M. Jamil Padang dan selanjutnya Adrian akan dirujuk ke Rumah Sakit Harapan kita di Jakarta untuk pemasangan cincin di jantungnya.
“Adrian sudah memiliki kartu BPJS, jadi ini sudah dapat membantu dalam proses pengobatannya nanti, namun untuk biaya lain-lain seperti keluarga yang akan menemani serta menunggui di Padang maupun ke Jakarta tentu butuh biaya juga , sehingga perlu bantuan bersama,” sebut dr.Yesrita.
(Jaswit)
