Bukittinggi, KABA12 — Hasil pemilihan umum (pemilu) 2024 memang belum bisa dipastikan. Namun, sampai Kamis (15/02) siang, sejumlah rekapan di beberapa TPS Bukittinggi, mulai menguap. Dari rekap hitungan cepat sementara, diprediksi 50 persen kursi di parlemen Bukittinggi diisi oleh wajah baru.
DPRD Bukittinggi sendiri memiliki 25 kursi untuk mewakili masyarakat dari tiga daerah pemilihan (dapil). Untuk Dapil satu Mandiangin Koto Selayan, tersedia 11 kursi. Dapil dua ABTB tersedia 5 kursi. Dapil tiga Guguak Panjang tersedia 9 kursi.
25 kursi itu, akan diperebutkan oleh 310 calon legislatif (caleg) Bukittinggi yang telah terdaftar sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) di KPU Bukittinggi. Para caleg memperebutkan 95.068 pemilih Bukittinggi yang tersebar di tiga dapil itu.
Hasil hitung cepat sementara, dari sejumah TPS, diprediksi 12 hingga 13 kursi atau 50 persen kursi di parlemen Bukittinggi akan diisi oleh wajah baru. Hal ini mungkin saja terjadi, karena tiga dari 25 Anggota DPRD Bukittinggi periode 2019-2024 dipastikan tidak lagi bersaing untuk kursi DPRD Bukittinggi.
Asril dari partai Nasdem dan Edison Katik Basa, maju untuk DPRD Provinsi dan Hj. Noni, telah lebih dulu menghadap sang pencipta. Artinya, hanya 22 Anggota DPRD yang sama-sama berjuang untuk kembali duduk di parlemen Bukittinggi.
Sementara, dari hitungan cepat dari beberapa TPS di Bukittinggi, menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Pasalnya, banyak caleg baru mendapat suara lebih besar dari para incumbent. Namun, tidak sedikit pula para incumbent yang masih mendapatkan kepercayaan masyarakat dan bertahan di parlemen Bukittinggi.
Prediksi hitungan cepat saat ini, sekitar 13 incumbent yang akan kembali duduk di DPRD Bukittinggi. Sementara 15 kursi lainnya, akan diisi wajah baru.
(Harmen/*)
