Zulhefi Minta Pemkab.Agam Serius Tangani Sampah

Lubukbasung, kaba12.com — Ketua Komisi III DPRD Agam Zulhefi, minta Pemkab.Agam untu lebih serius dan fokus dalam menangani masalah dan beragam persoalan yang berpotensi muncul di seluruh wilayah kabupaten Agam.

Politisi partai Gerindra itu meyakinkan, pihaknya di DPRD Agam siap memberi dukungan termasuk mendorong optimalnya dukungan anggaran untuk penanganan masalah sampah seperti yang menjadi kendala selama ini.

Minimnya dukungan anggaran penanganan masalah persampahan, berdampak tidak optimalnya pengelolaan kebersihan di seluruh wilayah kabupaten Agam itu, menjadi polemic berkepanjangan beberapa waktu lalu, pasalnya minimnya sarana, personil dan dana operasional menjadi kendala utama di lapangan.

Ditegaskan Zulhefi, pihaknya menilai Pemkab.Agam tidak serius dalam menangani persoalan sampah yang ada di kabupaten Agam, dibuktikan banyak keluhan warga yang dikuatirkan akan berdampak luas terhadap berbagai aspek lain.

Ketua Komisi III DPRD Agam itu, mengakui sesuai hasil investigasi dan diskusi pihaknya dengan DLH Agam, kendala utama penanganan masalah sampah, justru dampak minimnya alokasi anggaran yang dicadangkan, “ kita akui itu, bagaimana bisa optimal, sementara anggarannya sedikit. Hal ini mesti jadi catatan penting pemerintah dan DPRD Agam, khususnya panitia anggaran, “ tegasnya serius.

Ditambahkan, untuk mengelola masalah sampah dan kebersihan di 16 kecamatan dengan 82 nagari, alokasi anggaran yang dicadangkan untuk DLH dalam APBD 2022 hanya 0.12 persen, “ ini sangat tidak memadai. Hal ini mesti jadi perhatian khusus, tahun depan harus lebih besar, “ tegasnya Selasa,(12/7).

Tak hanya rendahnya alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah, tingkat pelayanan sampah di Kabupaten Agam rendah dibanding kabupaten-kota lain di Sumatera Barat. “Tingkat pelayanan sampah di Kabupaten Agam oleh pemerintah daerah sebesar 24,34 persen. Pelayanan sampah oleh Pemkab.Agam Agam rendah,” tegasnya lain.

Disebutkan, sesuai data yang ada, jumlah produksi sampah di kabupaten Agam justru sangat tinggi, khusus dari wilayah Agam Timur dengan produksi rata-rata 28 ton perhatian, dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Payakumbuh, sementara di kawasan Barat ke TPA Pemkab.Agam di Cumateh.

Zulhefi, ketua Komisi III DPRD Agam itu, meminta Pemkab.Agam, termasuk tim anggaran untuk melakukan kajian dan bersama mendorong peningkatan alokasi anggaran untuk DLH Agam, agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal, termasuk bisa mendorong sistim pemanfaatan sampah yang bisa berdampak ekonomi pada masyarakat.

Anggota fraksi Gerindra DPRD Agam itu, justru mengaku malu dan prihatin melihat sarana pengelola sampah yang kondisinya memilukan, banyak truk pengangkut sampah yang bak-nya bolong, truk banyak yang rusak, termasuk personil yang sangat kurang.

HARMEN

0Shares