Tiku, kaba12.com — Setelah selama 7 hari melakukan pencarian secara resmi, akhirnya upaya pencarian terhadap Zainal,(35), warga Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara secara resmi dihentikan, Jumat,(24/7).
Penghentian pencarian sesuai prosedur tetap (protap) penanganan bencana SAR nasional itu, sudah melalui kesepakatan bersama tim SAR Gabungan yang terlibat dalam proses pencarian terhadap Zainal yang dinyatakan hilang tenggelam di aliran sungai Batang Masang, Jumat,(17/7) pekan lalu.

Bahkan, keluarga Zainal, sudah menyatakan ikhlas menerima musibah yang terjadi, menyusul masih belum ditemukannya sosok Zainal, ayah 1 anak sejak sepekan terakhir itu.
Penghentian secara resmi proses pencarian terhadap Zainal itu, diputuskan dalam musyawarah bersama yang dihadiri seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian sejak sepekan terakhir, terutama tim SAR gabungan, kalangan pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan kalangan nelayan di wilayah Tiku V Jorong.
Menurut Weri Ikhwan, Kasi. PEM kecamatan Tanjung Mutiara, menjawab kaba12.com menjelaskan, sesuai protap tanggap orang hilang, upaya pencarian secara resmi akan dihentikan, jika dalam 7 hari orang yang dicari masih belum ditemukan.

” Secara resmi, pemerintah menghentikan proses pencarian terhadap Zainal,” sebut Weri Ikhwan.
Dijelaskan Weri Ikhwan, musibah hilangnya Zainal, berawal saat korban mencari lokan di Batang Masang bersama 3 rekannya masing-masing Azri (20), Wahyu (15) dan Dani (18).
Korban bersama Dani masuk kedalam sungai Batang Masang itu untuk mencari lokan, namun setelah menyelam, korban tidak muncul- muncul ke permukaan sungai, sehingga membuat panik rekan- rekannya.
Tiga teman Zainal, berupaya melakukan pencarian dan menyelami lokasi hilangnya Zainal, namun tidak berhasil, sehingga dilaporkan pada aparat terkait, bahkan hingga sepekan proses pencarian, sosok Zainal masih belum ditemukan sampai Jumat,(24/7).
Upaya pencarian sendiri, ulas Weri Ikhwan, sudah dilakukan di berbagai sisi aliran sungai Batang Masang yang selalu keruh itu, menggunakan berbagai perangkat pendukung lapangan berupa 1 unit perahu fiber 2 unit perahu karet, 2 unit perahu nelayan, ” bahkan para nelayan ikut membantu proses pencarian dengan menyelami aliran sungai Batang Masang yang cukup dalam itu, namun tidak berhasil,” jelasnya.

Keputusan keputusan bersama, termasuk dengan keluarga Zainal, proses pencarian secara resmi dihentikan, ” keluarga Zainal menyatakan sudah ikhlas dengan musibah hilangnya korban dan tidak melanjutkan pencarian,” jelas Weri Ikhwan lagi.
Beragam spekulasi sempat muncul terkait dengan hilangnya Zainal di aliran sungai Batang Masang, namun keluarga Zainal sudah menyatakan ikhlas dengan musibah yang terjadi dan memilih tidak melanjutkan pencarian.
HARMEN
