Lubukbasung, Kaba12.com — Selama 2018 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam, mencatat sebanyak 126 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Agam.
Menurut Kasi Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular Betlinizar pada Kaba12.com, Jum’at (1/2), penyakit yang lebih dikenal dengan demam berdarah ini disebabkan oleh gigitan dari nyamuk Aedes Aegipty.
“Aedes Aegipty dikenal sebagai nyamuk elite, ia berpopulasi pada genangan air bersih, seperti diantaranya, bak mandi, sumur, genangan air pada kaleng-kaleng bekas, dan dilain itu juga pada pakaian yang digantung dalam rumah,” ujarnya.
Dikatakan, dari 126 kasus tersebut, 15 dari 16 kecamatan terkena DBD diantaranya, Lubuk Basung 58 kasus, Tanjung Mutiara 3 kasus, Palembayan 6 kasus.
“Kecamatan Lubuk Basung memiliki pasien terbanyak dengan 58 orang pasien DBD sepanjang tahun 2018,” ujarnya lagi.
Dikatakan, untuk penanganan Puskesmas didampingi dari Dinkes turun ke lokasi melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang diantaranya, memastikan apakah memang pasien itu bisa dibuktikan dengan datang langsung ke rumah pasien atau ke Rumah Sakit tempat dirawatnya.
“Setelah memeriksa warga lebih kurang 20 rumah yang berada disekitar rumah pasien, apakah ada mempunyai gejala yang sama dengan pasien serta memeriksa jentik-jentik nyamuk pada tempat penampungan air, dan apakah ada nyamuk Aides Aegepty sebagai sumber penular, kalau tidak ada sumber dan tidak ada ditemui orang lain dengan gejala yang sama artinya ini disebut kasus impor atau tertular di tempat lain.” ungkapnya.
Untuk meminimalisir DBD ini, masyarakat diharapkan bisa melakukan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang lebih efektif, efisien dan tepat yaitu dengan cara menguras, menutup, dan menimbun (3M) plus.
“Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, sumur, lalu menutupnya, dan setelah itu mengubur barang-barang yang berpotensi air tergenang sebagai tempat jentik nyamuk berkembang, hal itu salah satu cara menimalisir terjangkit DBD,” ulasnya.
(Virgo/*)