Maninjau, KABA12 — Ratusan warga berbondong-bondong mengunjungi lokasi terdampak bencana banjir bandang (galodo) susulan yang melanda Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Kamis (1/1).
Bencana galodo susulan tersebut mulai terjadi pada Rabu malam, bertepatan dengan pergantian malam tahun baru 2026. Aliran material banjir bandang berlangsung hingga Kamis siang dan menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah rumah warga.
Pantauan KABA12 di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, warga tampak mendatangi kawasan terdampak untuk melihat langsung kondisi pascabencana. Selain itu, mereka juga menyaksikan aktivitas alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan material galodo yang menimbun badan jalan.

Bahkan, beberapa warga terlihat melakukan siaran langsung melalui media sosial masing-masing untuk menyampaikan kondisi terkini di lokasi bencana kepada masyarakat luas.
Petugas gabungan dari berbagai unsur, seperti Basarnas, TNI, Polri, BPBD, PMI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta relawan lainnya terus melakukan pembersihan material banjir bandang yang masuk ke rumah-rumah warga.
Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar, menyebutkan bahwa banjir bandang susulan terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis siang. Akibat peristiwa tersebut, akses jalan utama Bukittinggi–Lubukbasung terputus total karena tertimbun material galodo.

“Akses jalan masih putus dan belum bisa dilewati,” ujarnya kepada KABA12.
Hingga saat ini, proses pembersihan material masih terus berlangsung. Bahkan, sempat diinformasikan adanya galodo susulan kembali terjadi pada Kamis sore.
Pusat galodo dilaporkan berada di beberapa titik kawasan perbukitan di sekitar Kelok 44, terutama di Kelok 42 dan Kelok 28. Material galodo saat ini sudah keluar dari aliran Sungai Muaro Pisang dan melewati ke pemukiman penduduk.
(Bryan)
