Warga Pasaman Pingsan di RS.Mutiara Biru, APD Tak Ada Pasien Dievakusi ke Puskesmas Tiku

Tiku, kaba12.com — Kendala alat pelindung diri (APD) di wilayah kabupaten Agam masih menjadi masalah klasik. Seperti halnya di Tiku, kecamatan Tanjung Mutiara, 1 warga yang diinformasikan dari Pasaman, menderita kejang-kejang di lobi RS.Mutiara Biru, Gasan Ketek, Nagari Tiku Selatan Jumat,(8/5) malam.

Karena tidak memiliki APD lengkap, personil IGD di RS.Mutiara Biru tidak berani pasien yang dilaporkan sesak napas, kejang-kejang kemudian pingsan tersebut. Upaya penanganan dicoba dilakukan tim di posko chek point lintas batas di Gasan Ketek, Tiku, namun pasien masih tak ditangani, sehingga harus dievakuasi ke puskesmas Tiku.

Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Weri Ikhwan, Kasi.PEM Tanjung Mutiara, menyebutkan, laporan dari masyarakat, pasien yang diduga berasal dari Pasaman itu, menderita sakit, dan turun di RS.Mutiara Biru untuk mendapatkan pertolongan, namun karena tidak adanya APD di rumah sakit swasta tersebut, membuat pasien tidak bisa ditangani, sehingga warga melaporkan kasus itu pada tim posko check point, dan dilaporkan ke puskesmas Tiku.

“ Tim dokter di IGD Pukesmas Tiku sudah siaga dan menyiapkan perangkat untuk membantu pasien, “ sebut dr.Elvera Susanti, ketua IDI Agam yang tergabung dalam GTP2 Covid-19 Agam.

Camat Tanjung Mutiara Hidayatul Taufik menyebutkan, pihaknya juga sudah berada di lokasi kejadian untuk memantau penanganan pasien., “ mudah-mudahan bisa segera ditangani, “ sebutnya.

Kejadian ini, sempat membuat geger masyarakat Tiku, pasalnya warga yang makin “ngeri” dan paranoid dengan kejadian-kejadian yang diasumsikan sebagai kasus virus corona, langsung menjadi perhatian luas.

HARMEN

0Shares

One Reply to “Warga Pasaman Pingsan di RS.Mutiara Biru, APD Tak Ada Pasien Dievakusi ke Puskesmas Tiku”

  1. Tolong di ralat ini berita… Tak benar demikian bosss… Pasien datang dengam gejala seperti sesak dan sering sendawa.. Kemudian ada sempat muntah di wc musola. Terus kembali ke igd. Dan duduk tergeletak di kursi pas akan di lakukan tindakan medis pasien sudah tidak ada lagi alias meninggal. Petugas sudah pakai apd. Catat bosss sudah pakai apd. Dan petugas medis minta bantu ke gugus covid… Tapi tidak ada yang datang… Catat bos… Takut alasanya… Catat … Takut.. Dan yang evakuasi pasien itu petugas medis di klinik.. Bukan gugus covid… Gugus covid ato apalah itu jenisnya cuma mengirim sopir ambulan untuk evakuasi. Bukan petugas profesional yang menangani covid-19 dan pasien tidak di evakuasi ke Puskesmas namun dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung

Comments are closed.