Lubukbasung, KABA12.com — Rika Yulia Putri, warga Koto Manampuang, Jorong IV Sangkir, Lubuk Basung menjadikan seni rajut sebagai bisnis baru dua tahun terakhir.
“Dulu tidak menyangka bisa merajut, namun pasca resign kerja, seorang kerabat yang lebih dahulu berbisnis tas rajutan memotivasi saya untuk merajut juga,” ujarnya, Kamis (14/10).
Awalnya, Rika dan sang suami merintis bisnis tas rajutan di daerah Sijunjung. Awal 2019, Rika hijrah ke kampung halaman, dan kembali memulai merintis usaha rajutan dari nol.
“Disini mulai lagi mencari peminat, bahkan meski sudah di sini, yang banyak order malah justru dari Sijunjung,” katanya.
Dikatakan, saat di Sijunjung, dalam satu bulan dirinya bisa menerima 4-5 orderan. Rika mematok harga tas rajutnya kisaran Rp150-250 ribu. Saat ini, Rika baru memasarkan produk melalui media sosial.
“Untuk harga sih bervariasi, tergantung ukuran dan jenis benang yang digunakan,” ujarnya
Untuk menghasilkan satu produk tas rajut, Rika membutuhkan waktu maksimal 2 minggu. Dikatakan, saat ini dirinya terkendala dalam pembuatan furing.
“Furing masih dijahit di Bukittinggi, di sini belum ketemu, mungkin ada. Nah, waktu membuat furing ini yang agak lama, kalau merajutnya cuma 3 hari,” ujarnya lagi
Saat ini, Rika tengah giat mengenalkan Tsurayya Handmade sebagai brand produk tas rajutannya. Dirinya berharap, brand tersebut lebih dikenal luas oleh masyarakat.
“Kami juga berharap adanya pembinaan dari dinas terkait, saat ini kami sudah bergabung dengan kelompok UMKM Limpapeh,” harapnya
(Bryan)
