IV Koto, KABA12.com — Guna menggerakkan perekonomian selama Covid-19, warga Jorong Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, mulai budidaya kangkung.
Pj Wali Nagari Koto Panjang, Netti Hando, Jum’at (3/7) mengatakan, budidaya kangkung ini terdapat di beberapa lokasi yang jumlahnya sekitar 0,5 hektar.
Menurutnya, sejak benih kangkung disemai, hanya menunggu sekitar 15 sampai 21 hari sudah bisa di panen. Untuk pemasaran, kangkung baru mencukupi kebutuhan pasar Bukittinggi.
“Satu kali pasar warga membawa sekitar 100 ikat kangkung, dengan harga satu ikat Rp5.000,” ujarnya
Sementara untuk budidaya kangkung terbilang cukup mudah, warga hanya mengeluarkan modal untuk membersihkan lahan, benih dan pupuk.
Dikatakan, kangkung ini cukup diminati oleh masyarakat. Padahal kangkung dari Solok juga dipasok di pasar Bukittinggi, tapi kangkung Kampuang Pisang tetap menjadi incaran pembeli.
“Selain kangkung, komoditi lain yang menggerakkan perekonomian masyarakat Jorong Kampuang Pisang yaitu pisang, cabai rawit dan jeruk,” ujarnya lgi
(Bryan)
