Walikota Kesal Proyek Lamban

Bukittinggi, KABA12.com — Walikota Bukittinggi didampingi sejumlah kepala OPD, kembali meninjau sejumlah proyek pembangunan di Bukittinggi, Rabu (06/12). Peninjauan kali ini, memang membuat orang nomor satu di Bukittinggi itu meradang.

Pertama, peninjauan dilaksanakan di Pasar Aur, khusus di lokasi pasca kebakaran. Walikota melihat ada sejumlah lapak yang harus dibongkar karena menghambat akses, lalu lintas baik pedagang, pembeli maupun untuk membawa barang. Selain itu, di lokasi eks tenda biru, Walikota mendesak agar segera di aspal dan dapat dimanfaatkan sebagai lalu kintas kendaraan dan parkir.

Kekesalan Walikota dimulai ketika melihat proses pengerjaan gedung parkir khusus sepeda motor eks Gloria. Sesuai arahan beberapa waktu lalu, hari ini Rabu (06/12), gedung parkir syariah itu, sudah dapat difungsikan khusus untuk lantai satu.

“Saya minta hari ini dibersihkan semua yang lantai satu. Karena keamrin sudah diarahkan, kenapa belum juga dilaksanakan. Untuk bekerja silahkan di lantai dua,” tegasnya Ramlan.
Selanjutnya, Walikota langsung meninjau pengerjaan kios penampungan di Pasar Wisata.

Kekesalan walikota memuncak ketika di lokasi, Walikota hanya melihat beberapa pekerja saja yang melaksanakan pembamgunan yang mendesak ini. Walikota pun memerintahkan kepada kepala dinas Perindagkop agar menambah kontraktor.

Saat dikonfirmasi, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan hasil peninjauan kali ini tidak banyak perubahan dari sebelumnya. Gedung parkir harus dibersihkan hari ini dan segera difungsikan.

Sementara pekerja pasar penampungan harus ditambah, agar dapat dimanfaatkan, target dua bulan juga terealisasikan.

“Ini pekerjaan mendesak. Harus dipercepat dan segera selesai. Pekerjaan terus setiap hari dipantau. Ini terkesan lamban, sementara penampungan harus cepat diselesaikan,” tegasnya.

Setelah meninjau Pasar Wisata, Walikota memanggil sejumlah kepala OPD terkait dan melakukan rapat mendadak di lokasi. Hal ini ditujukan agar seluruh pekerjaan dapat segera dilaksanakan, terutama pembangunan yang mendesak.

(Ophik)

0Shares