Bukittinggi, KABA12.com — Minimnya fasilitas, sarana dan prasarana di SDN 01 Campago Ipuah, kecamatan MKS, disorot pemerintah kota Bukittinggi. Walikota bersama Sekda didampingi sejumlah kepala OPD, mengunjungi sekolah yang berada di persimpangan depan Mesjid Surau Gadang ini, Senin (19/3)
Monaliza, Kepala SD 01 Campago Ipuah menjelaskan rombel yang ada saat ini, berjumlah enam lokal, dengan jumlah siswa 191 orang. Kondisi sekolah, sangat minim untuk halaman, karena terkendala luas tanah. Bahkan, upacara bendera sering dilaksanakan di pekarangan Mesjid Surau Gadang.
Melihat kondisi tersebut, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias langsung berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk dapat dilakukan pembangunan baru. Prosesnya nanti, akan diupayakan dimulai tahun 2019. Ini dilakukan agar 9 standar nasional sekolah terpenuhi di Bukittinggi. sehingga dengan terpenuhinya standar itu, tentu suasana sekolah sebagai tempat mendapatkan pendidikan semakin nyaman demi lahirnya pelajar yang pintar, sehat dan berkualitas.
“Kami sengaja melihat lokasi beberapa sekolah yang ada di Bukittinggi. Beberapa diantaranya memang harus kita bangun baru. Banyak sekolah yang kondisinya kurang nyaman untuk pelajar. Salah satunya SDN 01 Campago Ipuah. Halamannya kecil, lokalnya hanya ada enam. Nanti ini kita upayakan untuk dibangun baru,” jelas Ramlan.
Walikota merencanakan, SDN 01 Campago Ipuah akan dibangun baru menjadi tiga lantai dan ruang kelas ditambah menjadi 12 lokal. Sehingga nanti ada lapangan yang memadai bagi para pelajar untuk upacara dan bermain di sekolah.
“Perencanaan kita upayakan di tahun 2019. Kita akan buat ukuran kelas yang representatif, dimana ukuran normalnya itu 7 x 9 meter. Ini yang kita koordinasikan nanti dengan dinas terkait. Jika sudah ada rencana rehab, batalkan saja. Kami tidak ingin tambal sulam. Karena hal itu, dinilai tidak efektif. Lebih baik kita bangun baru sehingga apa yang dibutuhkan bisa direalisasikan,” ujarnya.
Menurut rencana, selama pembangunan nanti, proses belajar mengajar di SDN 01 Campago Ipuah dipindahkan sementara ke kantor camat Mandiangin Koto Selayan. Sedangkan pelayanan kantor Camat MKS, dipindahkan ke Talao selama dua tahun.
“2019, kantor Camat MKS kita pindah ke kantor penyuluhan dinas pertanian di daerah Talao. Selanjutnya kita pindahkan SD ke kantor Camat. Ditargetkan, selama 2019 pembangunan baru SD 01 selesai, kita pindahkan kembali ke gedung baru. Setelah itu, kantor Camat MKS yang kita rehab,” jelasnya.
(Ophik)

Pembangunan, merujuk pada pengembangan pendidikan