Bukittinggi, KABA12 — Wali Kota Bukittinggi marah besar, saat menemukan secara tidak sengaja dua anak perempuan yang diduga diekploitasi kedua orangtuanya.
Kedua anak itu mengaku disuruh meminta sedekah di di Kota Bukittinggi.
“Sangat tidak terpuji. Ini sangat keterlaluan. Ada orang tua, yang diduga mengeksploitasi anaknya. Mereka suruh anak anaknya meminta minta sedekah di luar sana. Sementara, mereka menunggu di rumah,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Senin (25/09).
“Kami sengaja bertemu dengan dua anak itu di salah satu cafe. Saat ditanya, ternyata mereka baru tiga bulan tinggal di Kota Bukittinggi. Mirisnya lagi kedua orangtuanya ternyata sehat jasmani dan diduga sengaja menyuruh anaknya untuk meminta-minta,” lanjut Erman.
Wali Kota bersama jajaran dinas terkait langsung menelusuri keadaan keluarga kedua anak yang tidak bersekolah itu yang bertempat tinggal secara mengontrak di Bukittinggi.
“Kami kecewa dengan kedua orangtuanya yang ternyata sengaja menyuruh anak-anak nya mengemis, ibunya bahkan yang memesankan ojek online untuk anaknya berangkat mengemis setiap pagi,” kata Erman.
Ia mengaku sempat mengancam orangtua anak -anak ini dengan melaporkan ke pihak kepolisian karena secara jelas mengekpolotasi anak untuk mencari uang.
“Mereka mengaku menargetkan setiap anak nominal yang disetor setiap hari, untuk anak yang besar Rp 100 ribu dan si kecil Rp 50 ribu, ada lagi satu anak mereka yang laki-laki bekerja di bengkel las saat pagi dan ketika siang juga mengemis,” kata Wako.
Untuk tindak lanjutnya, Pemko Bukittinggi tengah berkoordinasi dengan pemerintah yang menjadi lokasi asal keluarga ini dan juga berkomunikasi dengan perwakilan Kementrian Sosial di Sumatra Barat.
“Sesuai kesepakatan akhir, mereka dikembalikan ke kota asal mereka, kita antar dan serah terima dengan pemerintah setempat,” kata Erman.
Hal ini mendapat respon positif dari warga yang berkomentar dalam akun media sosial yang menampilkan aksi Wali Kota saat mengantarkan anak-anak ke orangtua mereka dan memberikan arahan langsung ke keluarga tersebut.
“Terimakasih Wali Kota telah membantu, hikmahnya janganlah kita bermalas-malasan dan menjadikan anak-anak sebagai korban, bagaimana bisa maju kalau hanya diam di rumah, semoga anak- anaknya bisa sukses di masa depan,” kata seorang warga, Raihan.
“Semoga jadi pelajaran bagi kita semua, hak anak wajib ditunaikan, agar tumbuh dan sukses, semoga dimudahkan semua orangtua dalam melaksanakan kewajiban pada anak,” kata Victory warga lainnya.
(Harmen/*)
