Lubukbasung,kaba12 — Kelompok Tani Hutan (KTH) Kampung Melayu Saiyo, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubukbasung, makin aktif mendorong semangat kebersamaan dan peran serta para anggota untuk mengembangkan berbagai potensi komoditi perkebunan untuk dibudidayakan di areal lahan yang tersedia.
Bahkan, para anggota terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) secara produktif dan berkelanjutan,dengan menggelar gotong royong rutin anggota KTH sekaligus mengembangkan pembibitan berbagai jenis tanaman yang nantinya akan ditanam di wilayah kerja HKM.
Dalam kegiatan tersebut, anggota KTH secara bersama-sama melakukan persiapan dan pemeliharaan pembibitan tanaman buah-buahan, tanaman rempah-rempah, serta tanaman gaharu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kelompok untuk menyediakan sumber bibit secara mandiri sebelum dilakukan penanaman di kawasan HKM.

Menurut Dedi Mulyono, Ketua KTH Kampung Melayu Saiyo,program pembibitan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelestarian kawasan hutan, tetapi juga menjadi langkah jangka panjang dalam meningkatkan perekonomian anggota kelompok.
Menurutnya, tanaman yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi alternatif tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, khususnya sebagai pengganti secara bertahap terhadap tanaman sawit di kawasan yang dikelola kelompok.

“Program ini kami lakukan secara bertahap melalui gotong royong anggota. Kami menyiapkan bibit tanaman buah, rempah-rempah dan gaharu yang nantinya akan ditanam di wilayah kerja HKM, yang diyakini dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi anggota KTH sekaligus menjaga kelestarian kawasan,” ujarnya.
Ditambahkan, pengembangan tanaman buah, rempah dan gaharu dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup baik apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dan dipasarkan, keberadaan tanaman tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keragaman vegetasi di kawasan HKM.

Dedi Mulyono, meyakinkan KTH Kampung Melayu Saiyo kegiatan pembibitan yang terus berkembang dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun instansi terkait, terutama dalam penyediaan bibit, sarana produksi, pendampingan teknis, hingga pengembangan pemasaran hasil, menjadi kekuatan utama dalam pengembangan potensi yang dimiliki,sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah dalam pengelolaan kawasan HKM.
“Kami berkomitmen menjadikan kawasan HKM tidak hanya sebagai kawasan yang tetap terjaga kelestariannya, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan anggota KTH. Kami ingin membangun kawasan HKM yang hijau, produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggota, “ tegas Dedi Mulyono yang diamini beberapa anggota KTH Kampuang Melayu Saiyo itu lagi.
(HARMEN)
