Malalak, kaba12 — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, tinjau pengerjaan penanganan dampak bencana, khususnya pembangunan ruas jalan Sicincin-Malalak-Balingka, di Malalak, Rabu, (28/1), yang ambruk dihantam tanah longsor dampak bencana hidrometeorologi tahun lalu.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana, sekaligus memastikan percepatan penanganan dan perbaikan infrastruktur agar akses masyarakat kembali normal.
Jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan antar nagari serta menjadi akses utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan public, apalagi ruas jalan SIMAKA yang ambruk diterjang longsor, radiusnya cukup panjang, bahkan menjadi salah satu akses transportasi utama yang menghubungkan berbagai daerah di Sumatera Barat.

Peninjauan oleh Menteri PU Dody Hanggodo yang didampingi anggota DPR RI Andre Rosiade, disambut Bupati Agam Beni Warlis bersama warga di Kecamatan Malalak, yang berharap, ruas jalan putus tersebut, bisa secepatnya tersambung kembali, karena sangat diandalkan untuk mendukung kegiatan ekonomi warga.
Kepada Pers, Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, sesuai komitmen pemerintah dan instruksi Presiden, pihaknya berupaya maksimal melakukan percepatan penanganan dampak bencana di Sumatera, termasuk di Sumatera Barat, salah satunya di Kecamatan Malalak yang infrastrukturnya terdampak cukup parah.
Ditegaskan,dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana, tidak hanya upaya mempercepat proses penanganan, tapi pihaknya memaksimalkan kualitas penanganan pembangunan, agar konstruksi sarana yang dibangun, termasuk sarana jalan bisa bertahan terhadap resiko dan potensi bencana.

Sementara Beni Warlis, Bupati Agam, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Agam. Perbaikan jalan ini sangat mendesak mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta pentingnya kelancaran distribusi logistik dan hasil pertanian.
“Kerusakan jalan akibat bencana sangat berdampak pada aktivitas masyarakat. Dengan adanya penanganan cepat dari pemerintah pusat, kami berharap akses transportasi dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal,” ujarnya.

Wilayah kecamatan Malalak menjadi salah satu kecamatan terdampak cukup parah akibat terjangan bencana hidrometeorologi yang terjadi September-Desember 2025 lalu, yang merusak banyak infrastruktur jalan, jembatan dan fasilitas lain.
(HARMEN)
