Tanjung Sani, KABA12 — Bupati Agam Dr Andri Warman meninjau lokasi terdampak bencana longsor yang terjadi di Jorong Sigiran, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jum’at (14/7).
Dalam kesempatan itu, ia mengaku prihatin atas bencana yang melanda Nagari Tanjung Sani. Bahkan banyak dilaporkan rumah warga yang terdampak longsor, hingga menyebabkan 1 orang warga meninggal dan 1 orang hilang.

Bupati mengatakan bahwa pihaknya memastikan proses penanganan pasca bencana di Nagari Tanjung Sani berjalan maksimal sampai tuntas.
“Kami dari pemerintah daerah bersama tim gabungan lainnya berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan evakuasi dan pembersihan terhadap lokasi-lokasi yang terdampak longsor, termasuk membuka akses jalan yang tertutup longsor,” kata Andri Warman kepada wartawan.
Ia menambahkan, bencana longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda pada Kamis malam hingga Jumat dinihari. Sehingga menyebabkan terjadinya longsor di beberapa titik.
“Ada beberapa titik jalan di sepanjang Jalan Salingka Danau Maninjau yang mengalami longsor tadi malam,” sebutnya.
Kendati demikian, pihaknya bersama tim gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan lokasi yang terdampak bencana.
“Tim gabungan dikerahkan untuk membersihkan jalan dan rumah warga yang terkena longsor, mereka bekerja mulai dari pagi sampai malam,” ucapnya.
Bupati mengakui bahwa longsor kali ini merupakan bencana yang cukup besar terjadi di Agam pada tahun 2023. Karena banyak dilaporkan rumah dan bangunan lain terdampak, jalan tertimbun material, hingga menimbulkan korban jiwa.
“Kita berharap semuanya bisa segera teratasi dan tertangani dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Agam Bambang Warsito menyebutkan, saat ini satu alat berat milik PUTR Agam dikerahkan untuk membersihkan material longsor di Nagari Tanjung Sani.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga akan menerjunkan alat berat excavator ke lokasi untuk membantu proses evakuasi pasca bencana.
“Malam ini satu alat berat milik Pemprov Sumbar dikerahkan ke lokasi, sehingga besok pagi bisa langsung beroperasi untuk membantu membersihkan material longsor di Tanjung Sani,” jelasnya.
(Bryan)
