Tingkatkan Skill Fotografer, Dispar Sumbar Gelar Bimtek Fotografi

Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata menggelar bimbingan teknis fotografi bagi fotografer yang ada di Sumbar, Rabu, (8/3).

Kegiatan yang digelar di hotel Grand Rocky Bukittinggi ini diikuti sebanyak 70 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar kecuali dari Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Kepulauan Mentawai.

Bimbingan teknis tersebut dilaksanakan selama dua hari Rabu-Kamis (8-9/3), dan menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi fotografi. Kegiatan itu juga digelar dalam rangka fasilitasi proses kreasi, produksi, distribusi konsumsi, dan konservasi ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Pelaksana Bimtek Fotografi, Febriadi menyebut, bimbingan teknis dilaksanakan untuk meningkatkan skil dan pengetahuan para fotografer terutama dalam bidang pemasaran dan pemanfaatan teknologi informasi di sektor pariwisata Sumbar.

“Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan keterampilan para peserta dalam dunia fotografi, sehingga bisa ikut serta dalam mempromosikan pariwisata Sumbar secara digital dengan bahasa yang efektif,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar diwakili Kabid Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf, Raymon menambahkan, fotografer adalah sebuah profesi yang memberikan penjelasan kepada orang lain melalui media gambar yang diambil menggunakan peralatan fotografi seperti kamera.

“Sebuah foto itu harus menyampaikan cerita dari hasil foto yang diambil sehingga bisa dipahami oleh publik,” ungkapnya.

Menurutnya, seorang fotografer itu dituntut untuk menghasilkan sebuah karya foto terbaik dan menguasai peralatan fotografi yang dimiliki.

“Fotografer harus menguasai fitur-fitur pada kamera, sudut pandang, background, dan sebagainya agar bisa menghasilkan foto terbaik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap agar keterampilan dan ilmu fotografer bisa bertambah di bidang pariwisata sehingga destinasi pariwisata yang ada di daerah asal bisa dipromosikan kepada publik dengan sebuah hasil foto yang diupload ke media sosial.

(Foto; Bryan/KABA12)

“Semoga dengan bimbingan teknis ini bisa meningkatkan kemampuan para fotografer dan muaranya adalah bertambahnya income bagi fotografer. Selain itu juga diharapkan destinasi wisata di daerah kabupaten kota masing-masing bisa terekspos dan terpublikasi,” ujarnya.

Ia mengakui, daerah Sumatera Barat adalah negeri yang kaya dengan potensi pariwisata. Sehingga sektor tersebut harus dimajukan secara bersama.

“Fotografer juga sebuah profesi yang nantinya akan mendukung pariwisata. Karena apabila sebuah destinasi tidak dipublikasikan ke media sosial, maka orang-orang tidak akan tau dan tidak akan berkunjung ke Sumbar. Karena itu hasil foto yang bagus sangat dibutuhkan dalam mempromosikan destinasi pariwisata,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutkan, seorang fotografer juga harus memiliki lisensi sebagai seorang fotografer yang berkompeten. Karena profesi ini banyak memiliki peluang lapangan pekerjaan di berbagai sektor.

“Profesi fotografer juga banyak memiliki potensi lapangan pekerjaan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, perusahaan swasta, BUMN, dan lembaga lainnya. Oleh karena itu, lisensi perlu dimiliki oleh seorang fotografer agar profesi keahliannya diakui di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Raymon.

(Bryan)

0Shares