Terkait Status FB, Syaiful Efendi Dimintai Klarifikasi

Bukittinggi, KABA12.com — Kerusuhan di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, menuai beragam pandangan dari berbagai pihak.

Tidak hanya komentar atau simpati dari mulut ke mulut, namun juga melalui kicauan lewat media sosial.

Beberapa status di medsos diantaranya dinilai pihak kepolisian cukup mengkhawatirkan, karena dapat menimbulkan polemik serta memancing kesalahpahaman. Salah satunya status yang ada pada akun milik Syaiful Efendi, yang anggota DPRD Bukitinggi.
Pada akun FB itu, tertulis, ‘Mako Brimob; Sebuah Tragedi Atau Hanya Komedi?’.

Tidak ingin berlarut, Polres Bukittinggi langsung menyurati pimpinan DPRD, mengundang Syaiful Efendi ke Mapolres Bukittinggi untuk klarifikasi.

Undangan tersebut, dipenuhi langsung Syaiful Efendi, didampingi Ketua Komisi I DPRD, M. Nur Idris, mendatangi Mapolres Bukittinggi, Senin (14/05).
Pihaknya diterima Kapolres melalui Wakapolres bersama sejumlah perwira kepolisian lainn di ruangan Wakapolres.

Dalam klarifikasinya, Syaiful Efendi mengakui dirinya pribadi yang membuat status tersebut di akun facebooknya itu. Namun tidak ada maksud untuk melecehkan isntitusi kepolisian.

“Status itu saya buat tidak ada maksud untuk menghina atau melecehkan. Dari berita yang saya baca ada meme-meme dan lelucon yang memuat kejadian tersebut, maka secara spontan muncullah pertanyaan seperti itu, apakah ini tragedi atau lelucon,” jelasnya.

Ia pun tidak menyadari, status FB nya akan viral dan menimbulkan riak. Untuk itu, secara pribadi, Syaiful Efendi menyampaikan permintaan maaf jika ada masyarakat ataupun korban yang tersinggung atas statusnya tersebut.

“Saya secara pribadi meminta maaf kepada institus Polri dan kepada keluarga korban atas tragedi itu. Saya pun bersedia membuat klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman lagi. Sekali lagi saya minta maaf dan turut mengecam aksi kerusuhan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres melalui Waka Polres Bukittinggi, Kompol Albert Zai, menjelaskan, undangan yang disampaikan memang untuk mengklalrifikasi. Ini dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman persepsi dari masyarakat yang membaca status itu.

“Kita apresiasi Syaiful Efendi yang memenuhi undangan kami. Beliau mengakui status tersebut ditulis secara pribadi. Ia pun mengklarifikasi tidak ada maksud untuk menyinggung siapapun. Pengakuannya tidak ada untuk melecehkan atau menyinggung, ” jelasnya.

(Ophik)

0Shares