Tekan Angka Stunting, Pemnag Duo Koto Gelar Penyuluhan Kesehatan

Duo Koto, kaba12.com — Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), dan bidan desa, untuk menekan penurunan angka stunting, Senin (22/3).

Dalam acara yang diselenggarakan di aula kantor Walinagari setempat itu, menghadirkan pemateri dari Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya, Yendri Yeni, dan diikuti oleh perangkat nagari, Wali Jorong, serta sejumlah Kader, pengelola air bersih, dan guru PAUD se- Nagari Duo Koto.

Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya, Yendri Yeni kepada kaba12.com menyebutkan, penyuluhan atau sosialiasi kesehatan program konvergensi stunting ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kinerja bagi kader-kader dalam pencegahan dan penurunan angka stunting, gizi buruk, serta ibu hamil resiko tinggi di Nagari Duo Koto.

“Dalam kegiatan ini disimpulkan bahwa dengan dilakukan pendataan, maka dari data tersebut kita bisa menggali apa permasalahan yang ada di Nagari Duo Koto, terutama sekali sasarannya adalah konvergensi stunting nol hari kehidupan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, melalui data tersebut permasalahan- permasalahan yang dihadapi nantinya bisa segera diatasi, sehingga kendala-kendala itu tidak ada ditemukan di tahun 2021. Karena menurutnya, selain prioritas dari pusat hingga ke nagari, penanganan stunting sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pada anak dengan cara memenuhi gizi sejak masa kehamilan.

Disamping itu, kata Yendri Yeni, penyuluhan konvergensi stunting ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan syarat pencairan dana desa (DD) tahap III (ketiga) tahun 2021 yang ada pada peraturan Kementerian Keuangan RI. Dimana setiap desa/nagari harus menyampaikan laporan konvergensi stunting pada tahun sebelumnya atau 2020.

“Makanya tadi kita juga menghimpun data pada tahun 2020. Karena kalau tidak ada laporan konvergensi stunting tahun 2020, maka dana desa tahap ketiga tahun 2021 tidak bisa dicairkan,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Yendri Yeni, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak terlihat lebih pendek dari anak normal seusianya, dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Ia menyebut, umumnya stunting terjadi karena asupan makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Untuk menghindari hal itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat dalam pencegahan stunting dengan cara memenuhi gizi sejak masa kehamilan, memberi ASI eksklusif, memantau tumbuh kembang anak, dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

“Mari bersama-sama kita cegah stunting, karena mencegah stunting itu penting,” ajaknya.

Sementara itu Walinagari Duo Koto melalui Kaur Keuangan Fadhilah Sari menambahkan, adanya penyuluhan kesehatan tentang konvergensi pencegahan stunting ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi kader-kader se- Nagari Duo Koto, sehingga nantinya bisa menjalankan tugas, pokok, dan fungsi secara optimal.

“Mudah-mudahan dengan penyuluhan ini dapat menurunkan angka stunting dan gizi buruk pada anak di Nagari Duo Koto. Disamping itu, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pencegahan sejak dini,” jelas Fadhilah Sari.

(Bryan)

0Shares