Tanjung Raya Dikepung Bencana, “Salingka Danau Dihondoh Galodo”, Warga Mengungsi di Atas Jala Apung

Maninjau, kaba12 — Kecamatan Tanjung Raya dirundung duka. Dampak curah hujan tinggi sejak Kamis sore kemarin, memicu dampak luar biasa di wilayah itu. Hingga pukul 101.30 WIB, Jumat, (14/7) dini hari, tercatat setidaknya terjadi 12 titik longsor yang terjadi di wilayah Nagari Tanjung Sani.

Data sementara yang diperoleh kaba12, dampak terparah dialami warga di Jorong Pantas, Jorong Pandan, Jorong Sigiran dan Jorong Muko-Muko, yang menyebabkan serangkaian kerusakan, tidak hanya sarana jalan, tapi juga jembatan dan rumah warga.

Hingga Jumat dini hari, sudah 3 rumah warga yang rusak parah dihantam longsor, masing-masing 2 rumah di Jorong Muko-Muko yang penghuninya sudah diungsikan ke mesjid Antokan, dan 1 rumah di Jorong Sigiran termasuk kantor walijorong.

Saat ini, ruas jalan propinsi Lubukbasung-Maninjau, tidak bisa dilewati kendaraan karena badan jalan dipenuhi material longsor dan digenangi banjir lumpur. Bahkan, petugas gabungan penanganan bencana, juga kesulitan untuk menembus titik-titik yang terdampak longsor saat ini.

Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12, kawasan mulai dari Muko-Muko kearah Sigiran, tidak bisa dilewati, karena jalan sudah tertutup longsor di 11 titik dengan volume yang sangat besar. Yang terparah di Jorong Pantas, longsor terjadi di kiri-kanan jalan, sehingga untuk proses evakuasi dan penyelamatan warga pun, sangat kesulitan, sehingga untuk proses pengungsian harus menggunakan perahu penyelamat.

Dilaporkan, hampir setiap jorong di Nagari Tanjung Sani terkurung longsor, akibat terjangan banjir bandang, bahkan, warga yang kuatir akan ancaman banjir bandang dan longsor, warga memilih menyelamatkan diri diatas karamba jaring apung ( KJA) yang berada tak jauh dari tepian danau, karena untuk mengungsi ke seberang danau, warga juga takut terbenam.

Sejauh ini, tidak diperoleh informasi adanya korban atau dampak lebih buruk lainnya yang menimpa masyarakat. Hanya saja, potensi longsor dan banjir bandang susulan, dikuatirkan masih berpotensi terjadi, mengingat hujan lebat disertai angin kencang masih mendera wilayah salingka danau Maninjau itu.

Camat Tanjung Raya Roza Syafdefianti menjawab kaba12 menyebutkan, volume kebencanaan yang terjadi Jumat dini hari ini, luar biasa, bahkan banyak titik longsor yang terjadi. Bahkan, dilaporkan warg adi berbagai jorong di Nagari Tanjung Sani, “ galodo “ atau banjir bandang terjadi hampir di setiap jorong, akibat curah hujan yang sangat tinggi.

“ Mudah-mudahan hujan segera dera, sehingga kita bisa menembus lokasi-lokasi terdampak, karena saat ini, di beberapa titik akses jalan tertutup longsor, sehingga belum bisa dijangkau, “sebut Roza Syafdefianti.

HARMEN

0Shares