Tanjung Raya Diguncang Bencana, 14 Titik Longsor di 2 Nagari, Puluhan Warga Mengungsi

Maninjau, kaba12 — Dampak hujan lebat disertai angin kencang yang mendera wilayah Tanjung Raya sejak Kamis sore kemarin hingga Jumat, (14/7) dini hari, memicu bencana besar di dua nagari masing-masing Nagari Koto Malintang dan Nagari Tanjung Sani.

Di Nagari Koto Malintang tercatat 2 lokasi cukup parah terdampak masing-masing di Jorong Alai yang terdampak longsor yang menutupi jalur jalan propinsi dan di Jorong MukMuko, longsor terjadi di 5 titik yang menyebabkan akses jalan tertutup material dan menyebabkan 2 rumah warga rusak parah, banyak puluhan warga mengungsi ke mesjid Antokan di Muk-Muko.

Di Nagari Tanjung Sani, seluruh jorong yang ada di nagari tersebut, didera bencana longsor dan banjir bandang. Tercatat longsor terjadi di Jorong Pandan, Jorong Sigiran, Jorong Sungai Tampang, Jorong Pantas di 3 titik, yang merusak saluran irigasi kantor nagari, jembatan kuning dan Sarojo.

Kemudian di Jorong Batunanggai yang menyebabkan akses jalan tertutup material longsor, dan menyebabkan 1 rumah warga rusak parah, kemudian di Jorong Sungai Tampang, dampak longsor yang terjadi di banyak titik, bahkan di kiri-kanan jalan menyebabkan warga terisolasi, bahkan warga yang ketakutan memilih mengungsi di atas karamba dan mesjid terdekat.

“ Kita masih belum bisa menjangkau seluruh lokasi, karena curah hujan masih sangat tinggi, dikuatirkan potensi banjir dan longsor masih akan terjadi, “ungkap Roza Syefridienti, camat Tanjung Raya yang berada di lapangan.

Kondisi itu dibenarkan Bambang Warsito, Kepala BPBD Agam yang menyebutkan, tim gabungan kebencanaan yang sudah bergerak ke lokasi kejadian belum sepenuhnya bisa menembus lokasi, karena masih sangat rawan dan potensi bencana longsor dan luapan masih dikuatirkan masih akan terjadi, karena curah hujan masih tinggi.

Ditegaskan Bambang Warsito, pihaknya bersama tim gabungan menyiapkan dukungan perangkat penanganan di lapangan, termasuk menurunkan speedboat, perahu karet dan kapal penyelamat untuk mengevakuasi warga.

“ Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan, kita prioritas penyelematan warga, termasuk memantau kondisi warga yang menyelamatkan diri di atas karamba dan yang mengungsi di mesjid-mesjid, “ulasnya.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, dampak bencana yang terjadi Jumat dini hari di wilayah Tanjung Raya disebutkan cukup parah, bahkan di kawasan zona merah di wilayah nagari Tanjung Sani, tercatat sebagai kawasan paling parah dihantam longsor dan banjir bandang. Tercatat sebanyak 14 lokasi longsor terjadi di dua nagari tersebut.

-HARMEN-

0Shares