Tiku, kaba12.com — Pemkab.Agam secara marathon mulai menggelar musyawarah pembangunan (musrenbang) di 16 kecamatan di kabupaten Agam.
Musrenbang kecamatan yang mulai digelar Senin,(10/2) berlangsung bertahap, yang dipandu para Asisten dan kepala OPD Pemkab Agam yang secara umum berjalan sukses dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat yang menghadiri musyawarah tersebut.
Seperti halnya di kecamatan Tanjung Mutiara, musrenbang dihadiri Kepala Bappeda Agam Welfizar dengan unsur lengkap para anggota DPRD Agam yang berasal dari kecamatan Tanjung Mutiara, diantaranya Nesi Harmita, Epi Suardi, dan Syafrizal, sementara dari DPRD Sumbar dihadiri Lazuardi Erman dan Syafril Huda.
Dalam musrenbang tersebut Welfizar, yang mewakili bupati Agam berharap, aspirasi dan berbagai catatan yang disampaikan camat Tanjung Mutiara, anggota DPRD Sumbar dan kabupaten Agam bisa terlaksana dengan baik, karena saat ini, merupakan pelaksanaan terakhir dari RPJMD 2015-2020, yang harus dikonsentrasikan pada capaian secara umum.

Disebutkan Welfizar, angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar APM 93.49 dan APK 100 % lebih masih ada 32% anak di usia SMP tidak masuk sekolah, angka putus sekolah SMP cuma 1 orang dan perlu dipertahankan, sarana pendidikan SD sudah 99% baik namun SMP baru 95 % baik, angka kematian bayi dan angka kematian ibu meningkat dari 62 kasus menjadi 75 kasus terjadi peningkatan perlu menjadi perhatian, kondisi sarana kesehatan tahun 2019.
“ Hal ini perlu menjadi catatan penting, tentu dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, “ sebut Kepala Bappeda Agam itu lagi.
Secara khusus Welfizar berharap, dengan komitmen bersama mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, berbagai rencana pembangunan yang sudah dirancang bersama, bisa terlaksana dengan baik.
Sementara menurut Nesi Harmita, anggota komisi III DPRD Agam dari partai Gerindra yang merupakan politisi asal Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara, menyebutkan, saat ini wilayah Tanjung Mutiara butuh dukungan besar dalam mendorong terealisasinya berbagai aspirasi masyarakat dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.
Disebutkan Nesi Harmita, saat ini di wilayah kecamatan Tanjung Mutiara, tercatat sebanyak 16 persen jembatan kondisinya rusak berat, sarana irigasi dan berbagai upaya pengembangan potensi alam, sangat mengandalkan dorongan perbaikan dan penyediaan sarana infrastruktur.

Dijelaskan politisi perempuan yang namanya kini melejit di kancah politik daerah tersebut, tidak semua rencana akan terakomodir oleh pemerintah, namun secara bertahap pihaknya bersama lembaga yang ada, akan diupayakan merealisasikannya, “ bersama kita mendorong kemajuan pembangunan di Tanjung Mutiara, “ harap Nesi Harmita lagi.
Ditambahkannya, musrenbang sebagai agenda tahunan yang digelar di seluruh wilayah kabipaten Agam, di kecamatan Tanjung Mutiara yang menjadi priorotas dan perlu menjadi perhatian terutama, infratruktur jalan dan jembatan, pengamanan pantai terutama pantai Muara Putuih yang bisa dijadikan kawasan wisata.
Kemudian masalah normalisasi sungai Batang Tiku, perlu perencanaan yang matang supaya anggaran dapat terserap dengan baik yang mempunyai daya guna, “ banyak hal yang harus dipersamakan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat, “ sebut Nesi Harmita lagi.
Musrenbang kecamatan Tanjung Mutiara yang berlangsung sehari penuh tersebut, membahas berbagai usulan dan aspirasi masyarakat terkait dengan rencana pembangunan tahun 2021 mendatang, yang dihimpun dari berbagai nagari dan program pengembangan potensi ekonomi masyarakat di wilayah itu.
HARMEN
