Pariwara DPRD Agam

DPRD Agam Respon Khusus Musrenbang Tahapan Penting Dorong Kemajuan

DPRD Agam respon khusus kegiatan musyawarah pembangunan 2021 yang mulai dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten Agam mulai Senin hari ini.

Seluruh anggota DPRD Agam di seluruh daerah pemilihan, ikut mengawal langsung kegiatan musrenbang, sebagai salah satu tahapan penting dalam merumuskan berbagai rencana strategis yang akan diusung untuk mendorong kemajuan masyarakat.

Sesuai jadual, mulai Senin hari ini, kegiatan musrenbang di berbagai kecamatan kabupaten Agam digelar, yang akan berlangsung Selasa besok, dimana para anggota DPRD Agam, sudah menjadualkan kehadiran masing-masing sesuai wilayah pemilihan, dalam upaya mengawal aspirasi dan harapan pembangunan yang disampaikan masyarakat.

Menurut Sekretaris DPRD Agam Indra Dt.Baradai didampingi Kasubag.Humas-Protokol DPRD Agam, jadual musrebang yang sudah ditetapkan Pemkab Agam, melalui Bappeda Agam, justru sudah menjadi agenda DPRD Agam dalam bulan Februari 2020.

Dijelaskan, para anggota DPRD Agam dari seluruh daerah pemilihan, sudah menjadualkan kegiatan dan hadir bersama OPD Pemkab Agam dalam upaya merumuskan berbagai rencana pembangunan serta ikut berdiskusi bersama masyarakat terkait dengan rencana pembangunan tahun 2021 mendatang.

“ Kita sangat berterimakasih, karena jadual yang diagendakan tersebut, sebagai kegiatan rutin tahunan di kabupaten Agam bisa diikuti seluruh anggota dewan, “ sebut Indra Dt.Baradai. (*)

Kemajuan Perlu Peran Berbagai Elemen

Pemkab.Agam secara marathon mulai menggelar musyawarah pembangunan (musrenbang) di 16 kecamatan di kabupaten Agam.

Musrenbang kecamatan yang mulai digelar Senin,(10/2) berlangsung bertahap, yang dipandu para Asisten dan kepala OPD Pemkab Agam yang secara umum berjalan sukses dibuktikan dengan tingginya animo masyarakat yang menghadiri musyawarah tersebut.

Di kecamatan Tanjung Mutiara, musrenbang dihadiri Kepala Bappeda Agam Welfizar dengan unsur lengkap para anggota DPRD Agam yang berasal dari kecamatan Tanjung Mutiara, diantaranya Nesi Harmita, Epi Suardi, dan Syafrizal, sementara dari DPRD Sumbar dihadiri Lazuardi Erman dan Syafril Huda.

Dalam musrenbang tersebut Welfizar, yang mewakili bupati Agam berharap, aspirasi dan berbagai catatan yang disampaikan camat Tanjung Mutiara, anggota DPRD Sumbar dan kabupaten Agam bisa terlaksana dengan baik, karena saat ini, merupakan pelaksanaan terakhir dari RPJMD 2015-2020, yang harus dikonsentrasikan pada capaian secara umum.

Disebutkan Welfizar, angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar APM 93.49 dan APK 100 % lebih masih ada 32% anak di usia SMP tidak masuk sekolah, angka putus sekolah SMP cuma 1 orang dan perlu dipertahankan, sarana pendidikan SD sudah 99% baik namun SMP baru 95 % baik, angka kematian bayi dan angka kematian ibu meningkat dari 62 kasus menjadi 75 kasus terjadi peningkatan perlu menjadi perhatian, kondisi sarana kesehatan tahun 2019.

“ Hal ini perlu menjadi catatan penting, tentu dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, “ sebut Kepala Bappeda Agam itu lagi.

Secara khusus Welfizar berharap, dengan komitmen bersama mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, berbagai rencana pembangunan yang sudah dirancang bersama, bisa terlaksana dengan baik. (*)

Musrenbang Tahapan Penting Dorong Kemajuan

Sementara menurut Nesi Harmita, anggota komisi III DPRD Agam dari partai Gerindra yang merupakan politisi asal Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, kecamatan Tanjung Mutiara, menyebutkan, saat ini wilayah Tanjung Mutiara butuh dukungan besar dalam mendorong terealisasinya berbagai aspirasi masyarakat dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan.

Disebutkan Nesi Harmita, saat ini di wilayah kecamatan Tanjung Mutiara, tercatat sebanyak 16 persen jembatan kondisinya rusak berat, sarana irigasi dan berbagai upaya pengembangan potensi alam, sangat mengandalkan dorongan perbaikan dan penyediaan sarana infrastruktur.

Dijelaskan politisi perempuan yang namanya kini melejit di kancah politik daerah tersebut, tidak semua rencana akan terakomodir oleh pemerintah, namun secara bertahap pihaknya bersama lembaga yang ada, akan diupayakan merealisasikannya, “ bersama kita mendorong kemajuan pembangunan di Tanjung Mutiara, “ harap Nesi Harmita lagi.

Ditambahkannya, musrenbang sebagai agenda tahunan yang digelar di seluruh wilayah kabupaten Agam, di kecamatan Tanjung Mutiara yang menjadi prioritas dan perlu menjadi perhatian terutama, infrastruktur jalan dan jembatan, pengamanan pantai terutama pantai Muara Putuih yang bisa dijadikan kawasan wisata.

Kemudian masalah normalisasi sungai Batang Tiku, perlu perencanaan yang matang supaya anggaran dapat terserap dengan baik yang mempunyai daya guna, “ banyak hal yang harus dipersamakan untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat, “ sebut Nesi Harmita lagi.

Musrenbang kecamatan Tanjung Mutiara yang berlangsung sehari penuh tersebut, membahas berbagai usulan dan aspirasi masyarakat terkait dengan rencana pembangunan tahun 2021 mendatang, yang dihimpun dari berbagai nagari dan program pengembangan potensi ekonomi masyarakat di wilayah itu. (*)

Bahas Isu Kemajuan Strategis

Sementara menurut Lazuardi Erman, anggota DPRD Sumbar dari partai Golkar yang merupakan politisi asal Tiku, Tanjung Mutiara menyebutkan, pihaknya di DPRD propinsi berupaya melakukan sharing yang menjadi kewenangan, dengan harapan item rencana pembangunan yang menjadi kewenangan propinsi dapat disampaikan, sehingga para anggota dewan di propinsi bisa menyuarakan yang menjadi kebutuhan daerah.

Disebutkan Lazuardi Erman, isu-isu strategis dalam musrenbang Tanjung Mutiara yang banyak mengapung terutama normalisasi Batang Tiku, penataan pasar yang perlu koordinasi bersama antara tiga nagari, pemindahan puskesmas Tiku yang direncanakan ke Sungai Nibung dan perlu dirumuskan, “ juga beberapa prioritas lain diantaranya pengembangan pariwisata pantai, pembangunan dermaga yang mesti didiskusikan bersama karena beralih menjadi kewenangan ke provinsi,” sebutnya.

Dilain pihak, program lain yang menjadi catatan penting, terutama akses sanitasi dan air minum yang layak jadi perhatian dan diharapkan nagari bisa menganggarkan di tahun 2021. Kemudian angka keamanan dan ketertiban perlu jadi perhatikan nagari membentengi masyarakat dan generasimuda dengan peraturan-peraturan nagari dan serta pengawasan di lingkungan nagari, apalagi menyikapi kekuatiran meningkatnya angka HIV yang disebabkan LGBT.

Bahkan secara khusus DPRD Agam dan DPRD Sumbar akan melakukan pengawalan terhadap berbagai program dan usulan masyarakat tersebut, mengingat besarnya potensi yang keunggulan yang dimiliki wilayah itu dengan kontribusi yang cukup besar untuk PAD. (*)

To Top