Malalak, kaba12 — Sudah lebih dari 13 jam sejak kejadian kecelakaan tunggal tronton yang terjun masuk jurang di KM 16 Karak Pipia, Malalak, sopir truk masih terjepit diantara kemudi dan badan truk. Proses evakuasi sang sopir sangat sulit dilakukan, karena bodi kendaraan yang tersangkut di batang durian.
Yang memilukan, informasi terkini yang diperoleh kaba12 dari lokasi kejadian, kondisi cuaca yang sudah mulai turun hujan, sementara upaya menyelamatkan sopir tronton dengan nomor polisi BK 8121 XK itu, masih diupayakan tim gabungan.

Truk naas yang terjun masuk jurang di Karak Pipia, Malalak akibat rem blong Selasa, (2/7) dini hari, yang sempat terguling, dan menghantam batang durian sehingga bagian depan kendaraan penyot. Sementara sopir truk terjepit disela kemudi dan bodi depan kendaraan, sementara kernet berhasil selamat dan tidak menderita luka.
Informasi terkini yang diperoleh kaba12 dari H.Ujeng, personil Damkar Agam di lokasi kejadian menyebutkan, hingga saat ini proses evakuasi sopir truk masih terus dilakukan. Bahkan, upaya penyelamatan yang sudah dilakukan sejak Selasa pagi itu, masih belum berhasil, karena sulit medan dan posisi sopir truk yang terjepit sangat sulit untuk dilakukan, dan harus dilakukan pemotongan dengan perangkat khusus.

Disebutkan, untuk menyelamatkan kondisi sang sopir, petugas medis dari puskesmas Malalak, membantu asupan makanan dengan infus, yang dipasang di tangan korban, termasuk asupan makanan, “ posisi korban sejak awal jatuh hingga saat ini masih seperti semula, masih terjepit diantara kemudi dan bodi depan truk, “ sebut Ujeng.
Yang membuat tim gabungan kesulitan, saat ini kondisi cuaca di lokasi kejadian sudah mulai turun hujan, sehingga untuk mengamankan korban, termasuk ditutupi dengan terpal, “ korban masih terjepit, kita masih berupaya menyelamatkan korban, “sebut personil Damkar Agam posko Sungai Tanang.

Sementara, proses evakuasi sendiri melibatkan berbagai unsur dari TNI-Polri, Damkar Agam, BPBD dibantu warga setempat, namun akibat sulitnya medan, membuat sopir truk tronton yang bermuatan 22 ton membawa minuman sachet yang terguling masuk jurang itu, tak tak bisa bergerak dan dikeluarkan dari posisinya.
Seperti diberitakan kaba12 sebelumnya, diduga terjadi akibat rem blong, tronton bermuatan penuh asal Medan, masuk jurang, sementara sang sopir diduga tidak menguasai medan jalan, apalagi penerangan. Saat terjun ke dalam jurang, untung ada kayu besar yang menghambat laju tronton yang terperosok tersebut, sehinga tidak sampai ke dasar jurang, namun akibat hantaman dengan kayu besar, sopir truk tersebut, sementara kenek berhasil selamat setelah dilarikan ke puskesmas Malalak.
Informasi yang diperoleh kaba12 dari Zulwardi Nursal, Camat Malalak, sopir truk yang terjepit diantara kemudi akibat truk menghantam pohon besar itu, membutuhkan proses evakuasi yang cukup sulit, pasalnya truk yang sejak Selasa dini hari terjun masuk jurang, baru bisa dibantu Selasa pagi, karena membutuhkan penanganan khusus.
(HARMEN)
