Bukittinggi, KABA12.com — Kementrian Perdagangan yang diwakili Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, melakukan kunjungan ke Pasar Bawah Kota Bukittinggi, Jumat (12/04). Sidak pasar itu juga diikuti Wakil Walikota Bukittinggi bersama SKPD terkait.
Kunjungan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward dimulai dengan bertemu Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi di Balaikota Bukittinggi. Lalu langsung meluncur ke Pasar Bawah untuk melakukan pemantauan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Dody Edward didampingi Wawako Irwandi, Kadis Pasar M. Idris dan SKPD terkait lainnya.
Staff Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, mengatakan, peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan mandat Presiden untuk memeriksa kondisi fisik pasar maupun komoditas yang dijual, khususnya barang kebutuhan pokok.
“Pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan harga pangan dan mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan pokok di bulan puasa agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi, menyampaikan, pemerintah daerah akan terus mendukung dan bersinergi dengan program dari pemerintah pusat, khususnya untuk ketersediaan bahan pokok ini. Pemko terus melakukan pemantauan di pasaran, melalui SKPD terkait, agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
“Kami di pemko juga terua mengadakan sidak pasar. Bahkan dari bagian perekonomian bersama dinas koperasi, UKM dan perdagangan juga terus berkoordinasi memberikan informasi kepada masyarakat terkait harga pasar, melalui papan informasi mauoun melalui media massa,” jelas Irwandi.
Dari hasil sidak pasar itu nampak bahwa saat ini pasokan bahan pokok dari penyuplai masih lancar dan kondisi stok masih mencukupi untuk kebutuhan puasa dan lebaran 2019.
Termasuk juga untuk meninjau implementasi harga eceran tertinggi (HET) barang kebutuhan pokok. Secara umum, kebijakan HET sudah berjalan dengan baik terutama pada komoditas beras, gula pasir dan minyak goreng kemasan sederhana. Kenaikan harga belum nampak walaupun bulan Ramadhan sudah dekat.
(Ophik)