Lubukbasung, kaba12.com — Sempat heboh oleh pemberitaan di berbagai media massa, terkait dengan pengerjaan aspal hotmix ruas jalan Simaruok, Nagai Garagahan, kecamatan Lubukbasung, Kamis,(11/6) dua anggota DPRD Agam masing-masing Syafrizal dan Epi Suardi tinjau pengerjaan proyek jalan yang viral tersebut.
Peninjauan dilakukan dua anggota DPRD Agam tersebut, untuk melihat langsung ke lapangan kondisi proyek jalan yang membuat heboh tersebut yang selanjutnya akan dibahas khusus dengan OPD terkait di Pemkab.Agam.
Survey dua anggota DPRD Agam ke proyek aspal hotmix ruas jalan Simaruok, Nagari Garagahan, kecamatan Lubukbasung itu, didampingi camat Lubukbasung Harmezi, pj.Walinagari Garagahan, unsur forkopimca Lubukbasung, Yandri St.Rangkayo, ketua karang taruna Garagahan, ketua BAMUS dan beberapa tokoh masyarakat itu, mendapat perhatian luas banyak pihak.

Menurut Harmezi, camat Lubukbasung, survey ke nagari Garagahan oleh anggota DPRD Agam tersebut selain untuk memantau kondisi proyek yang heboh tersebut, juga memantau beberapa kondisi prasarana penting yang dibutuhkan masyarakat di wilayah nagari Garagahan.
Dijelaskan, beberapa sarana vital yang dipantau, terutama jembatan yang beberapa waktu lalu putus di Simaruok, Garagahan, kemudian jembatan gantung di jorong IV Garagahan yang kondisinya memprihatinkan dan harus segera ditangani.
Terkait kondisi sarana utama yang kondisinya memprihatinkan di wilayah Garagahan tersebut, camat Lubukbasung itu, langsung melaporkannya pada dua anggota dewan tersebut, dan diharapkan, ada langkah cepat yang bisa dilalukan agara sarana transportasi penting bagi masyarakat tersebut bisa dimanfaatkan dengan layak.

“ Kita masih melakukan serangkaian kajian, termasuk merumuskan langkah-langkah untuk segera membenahi kondisi dua jembatan tersebut, karena selama ini, untuk pemeliharaan dan perbaikan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat, “ sebut Harmezi.
Beberapa peluang lain, kemungkinan akan dibahas bersama para anggota dewan dalam musrenbang untuk rencana pembangunan tahun 2021 mendatang atau ada alternative lain, sehingga sarana yang banyak dimanfaatkan masyarakat tersebut bisa dimanfaatkan dengan layak tanpa mengundang resiko seperti kondisi saat ini.
HARMEN
