Lubukbasung, KABA12.com — Harris Efrinaldi, Kepala SMPIT Al Madaniy mengakui dalam beberapa tahun terakhir sekolah islam memang telah menjadi tren. Dirinya menilai hal itu karena penonjolan materi keagamaan.
Menurutnya, pada dasarnya mata pelajaran yang diperoleh oleh para siswa di sekolah Islam terpadu dipastikan sama dengan materi pelajaran yang ada di sekolah umum, karena sama-sama terdaftar dan diawasi oleh dinas pendidikan.
Namun di sekolah Islam terpadu ada beberapa tambahan pengetahuan dan nilai-nilai islami yang ditekankan untuk diketahui dan dipraktekkan oleh para siswa.
“Seperti materi pembalajaran Alqur’an. Siswa diminta untuk bisa menghafal 2 juz Alquran menjelang tamat sekolah dasar. Kemudian program market day, dimana siswa bertindak langsung sebagai pedagang dan pembeli, artinya praktek langsung, ini cocok sekali dengan Agam Madani yang dicanangkan Bupati Agam,” jelasnya.
Hal serupa diungkapkan Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Batu Hampar Kampuang Tangah, Zulkhaidir, tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah Islam memang bukan tanpa alasan.
Dikatakan, konsep pendidikan yang diaplikasikan di sekolah- sekolah berbasis keislaman relatif berbeda jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lainnya. Ia memisalkan fokus pembelajaran Alquran, pidato keislaman, dan akhlak Islami.
“Kombinasi antara kompetensi pengetahuan, keterampilan serta sikap spiritual dan sosial menjadi landasan utama sekolah islam banyak dipilih,” jelasnya.
(Virgo/*)
