Bukittinggi, KABA12.com — Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) kota Bukittinggi laksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ke VII tahun 2018, di Aula Kantor Balaikota, Minggu (08/04).
LKAAM merupakan suatu wadah, organisasi pemangku adat dalam mewujudkan pemahaman dan pengamalan nilai adat sabatang panjang, dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah yang mempunyai tugas dalam rangka mampaga diri, anak kemenakan, korong jo kampuang sarato ranah nagari.
Musda yang mengusung tema “Kita Perkuat Adat dan Budaya Nagari, dengan Filosofi Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” dihadiri Walikota Bukittinggi, unsur Forkopimda kota Bukittinggi, ketua LKAAM Sumatera Barat, ketua LKAAM Kota Bukittinggi beserta pengurus periode 2012-2017, ketua Bundo Kanduang, dewan penasehat dan dewan penyantun LKAAM kota Bukittinggi, camat, ketua LKAAM kecamatan se-Kota Bukittinggi serta ketua KAN se-Kota Bukittinggi.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, keberadaan LKAAM sebagai lembaga adat sangat membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Jika ada persoalan selalu dibicarakan bersama untuk mencari jalan keluarnya. “Alhamdulillah kami merasakan keberadaan kaum adat, dan merasa terbantu dalam pembangunan di kota ini, kalau ada kesulitan selalu kita bicarakan bersama,” ujarnya.
Ramlan memaparkan persoalan generasi muda yang minimnya pengetahuan tentang adat dan budaya. “Kemajuan zaman perlu kita sikapi secara bersama, Indonesia yang pada tahun 2030 akan mendapatkan bonus demografi dimana total generasi muda 70 persen, untuk itu bagaimana mempersiapkan generasi muda kita untuk itu. Jangan sampai kita terlindas kemajuan zaman dan teknologi. Ini juga perlu kita sikapi bersama bagaimanapun adat itu tidak bisa kita biarkan begitu saja tapi bagaimana memviruskannya kepada generasi muda,” ucap Ramlan.
Sementara itu, ketua LKAAM Sumbar Sayuti Dt.Rajo Panghulu menyampaikan, LKAAM merupakan organisasi niniak mamak tertinggi di Sumatera Barat serta merupakan wadah dan organisasi bagi seluruh Pemangku Adat. Nantinya pengurus LKAAM juga harus dapat membantu pemerintah dalam menjalankan pembangunan. “LKAAM harus kompak membantu pemerintah, harus kompak membantu masyarakat,” tegasnya.
Ketua pelaksana musda, Sy. Dt.Palimo merincikan, peserta Musda berjumlah 85 orang yang terdiri dari KAN masing – masing menghadirkan 5 orang dan LKAAM Kecamatan juga menghadirkan 5 orang, termasuk peninjau dan lainnya.
Kemudian panitia pengarah (streering comiitee) membuat beberapa rancangan yang akan menjadi bahasan dalam sidang – sidang nantinya dan untuk menjadi program kerja oleh LKAAM tahun selanjutnya antara lain tentang Gala Sako Nan Indak Lakek / Nan Tabanam, mensertifikatkan tanah hak milik dan pusako tinggi serta tentang program penangangan penyakit masyarakat (Pekat).
Dari hasil musda tersebut, terpilih S Dt. Palang Gagah sebagai Ketua LKAAM Bukittinggi periode 2018-2024. Seluruh pihak berharap, filosofi ABS-SBK dapat dimanifestasikan dan sekaligus menjadi suri tauladan dalam kehidupan bermasyarakat di kota Bukittinggi.
LKAAM ke depan juga diharapkan lebih mampu dan cerdas merespon setiap perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
(Ophik)
