Palembayan, KABA12.com — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dipertahorbun) Sumbar adakan pelatihan dinamika kelompok guna merevitalisasi kelembagaan petani tembakau (DBHCHT) di kecamatan Palembayan, Agam selama tiga hari, 9 – 11 April 2018.
Pelatihan yang digelar di Bateh Tangah Pasar Palembayan itu diikuti oleh Kelompok Tani Badunsanak dan Kelompok Tani Pauh Saiyo sebanyak 35 orang.
Kasi Perizinan dan Pengembangan Kebun Rakyat Dipertahorbun Sumbar Agustian, SP mengatakan, selama ini pihaknya hanya memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian, sementara untuk kelembagaan belum ada, sehingga kelompok tani yang ada didaerah belum mengetahui secara maksimal apa kewajiban kelompok yang harus diketahui. Untuk itu selama tiga hari kedepan para petani tembakau diberi pelatihan dinamika kelompok.
“Sejauh ini produksi tembakau petani kita cukup bagus, cuma perlu lagi diberi sosialisasi untuk bagaimana memanage kelompok dengan hasil rajangan sendiri, sehingga bisa bersaing dengan pedagang China yang selama ini menguasai tembakau di Sumbar,” ujar Agustian.
Menurutnya, permasalahan yang selama ini terjadi dalam kasus tembakau di Sumbar yaitunya berada pada proses pemasaran, “kondisinya petani kita belum berani mengalahkan pedagang China, karena petani tembakau kita masih belum mencoba untuk merajang sendiri dan yang mengetahui pangsa pasar tembakau selama ini hanya China,” sebutnya.
Agustian berharap kelompok tani yang ada dapat bekerjasama dengan koperasi sebagai wadah untuk pemasaran. Serta juga diharapkan perhatian dan peran serta dari diskoperindag sebagai OPD yang tupoksinya sesuai.
“Harapan duduk bersama, jangan jalan sendiri-sendiri. Untuk tembakau hulu ke hilirnya sebenarnya sudah jelas, kita sebagai pelaksana teknis di hulu sudah pempersiapkan bibit, produksi, kualitas hingga pelatihan bagi kelompok taninya, tinggal lagi bagian hilirnya yang juga ada peran Diskoperindag sebagai pemasaran,” harapnya.
Sementara itu, kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Agam Gusma Zendra yang turut mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, hingga saat ini jumlah kelompok tani tembakau yang ada di Kecamatan Palembayan telah ada sebanyak 8 kelompok. Dimana masing-masing kelompok mengolah 2 sampai 3 hektar lahan yang satu hektarnya terdapat 10.000 bibit tembakau.
“Selama ini petani tembakau kita baru hanya sampai menjual ke Payakumbuh, dijual ke pihak China. Untuk itu pada tahun ini kita akan bina keltan agar bisa merajang sendiri, sehingga hasilnya bisa sepenuhnya dinikmati oleh petani, karena kalau melewati orang China itu hasilnya hanya 1/3 bagi petani dan selebihnya 2/3 untuk orang China itu,” jelasnya.
Lebih lanjut Gusma Zendra menambah, sebagai bentuk pendampingan bagi kelompok tani, Dinas Pertanian Agam melalui dana APBD Agam tahun ini akan memberikan dua alat mesin perajang tembakau dengan total anggaran Rp 40.000.000.
(Jaswit)
