Kaba DPRD Bukittinggi

Rusdy Nurman : Pilkada Ajang Adu Pemikiran, Bukan Politik Identitas

Bukittinggi, KABA12.com — Suhu perpotilikan dalam Pilkada 2020 untuk Kota Bukittinggi memang terasa hangat. Selain diselimuti pandemi covid-19, pada pilkada serentak 2020 ini, juga banyak isu yang muncul ke permukaan semakin membuat pilkada makin menarik.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Rusdy Nurman, menilai, secara umum, Bukittinggi akan memasuki tahun terakhir RPJMD. Secara garis besar, politikus dari partai Demokrat ini melihat, empat program strategis yang cukup jadi prioritas Kota Bukittinggi sudah berjalan maksimal. Tinggal bagaimana komitmen Pemda untuk melanjutkan hal tersebut lima tahun kedepan.

“Hari ini, kita sudah take off atau lepas landas. Kedepan tentu bagaimana melanjutkan yang telah ada dengan target bagaimana Bukittinggi ini sejahtera dari segala lini dan kehidupan,” ungkap Rusdy Nurman yang juga Ketua DPC Demokrat Bukittinggi.

Rusdy Nurman menjelaskan, pemimpin Bukittinggi kedepan, harua mampu menyongsong Bukittinggi yang mandiri dan mampu memproduksi sendiri. Contohnya untuk ekonomi, bagaimana lebih memperhatikan sektor UMKM, agar masyarakat Bukittinggi menghasilkan lebih banyak produk yang dapat dijual ke luar daerah.

Kemudian, lanjutnya, bagaimana pemimpin kedepan, dapat menjadikan Bukittinggi Kota Mandiri. Bagaimana mempersiapkan lapangan pekerjaan untuk generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan.

“Bukittinggi harus mampu menjadi kota yang berdaya saing. Ini sebenarnya sudah terealisasi sejak beberapa tahun terakhir. Buktinya sudah banyak prestasi yang diraih. Bukittinggi juga punya SDM yang luar biasa namun harus lebih dikembangkan. Ini yang patut digaris bawahi oleh paslon, agar lebih peka terhadap potensi dari SDM Bukittinggi yang ada,” ujarnya.

Isu strategis ini yang tentunya dapat ditrlaah bagi para calon kepada daerah Kota Bukittinggi. Menurutnya, sejak empat tahun terakhir, banyak yang telah dijalankan. Namun tentu tidak sedikit pula yang ternyata tidak atau belum dikerjakan.

“Kami menilai, beberapa persoalan yang tidak dikerjakan, memang terkendala dari regulasi yang ada. Seperti beda kewenangan dari pemerintah daerah, tingkat II ataupun kewenangan pusat. Nah, disini kami melihat pada pilkada kali ini yang tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya, menjadi isu dan bahan jualan bagi paslon lain. Padahal, memang regulasi atau kewenangan pemko Bukittinggi tidak bisa menjangkau itu. Jika dikerjakan bisa jadi pelanggaran,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Rusdy Nurman, masyarakat harus cerdas dalam politik. Para paslon juga diharapakn dapat memberikan atau menjual ide atau gagasan atau pemikiran yang bisa dicapai.

“Jual lah produk dan program yang mampu dipenuhi oleh kepala daerah terpilih. Kami himbau setiap paslon dan tim kampanye untuk tidak melakukan black campaign. Lakukanlah kampanye yang santun. Pilkada ini jang untuk adu argumentasi, adu pemikiran, adu program, bukan politik identitas,” ujarnnya.

Kepemimpinan Ramlan Nurmatias, selama hampir lima tahun terakhir, diakui sangat dirasakan masyatakat. Tapi bagi lawan politik, mungkin tidak begitu penilaiannya.

“Dalam kontestasi politik, itu hal biasa. Tapi bagi masyarakat belum tentu seperti itu. Untuk itu, mari kita sambut pesta demokrasi dengan suka cita. Apapun hasilnya, itulah amanat masyarakat. Siapapun yang menang, menjadi kewajiban kita untuk mendukung bersama-sama. Semua paslon tentu maju untuk Bukittinggi yang lebih baik. Jangan kedepankan politik identitas. Warga Sumbar sudah sangat menjunjung tinggi nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Kami juga himbau para elite politik harus juga jaga etika politik. Hormati pilihan politik masing-masing. Setelah pilkada, tentu kita bersatu lagi untuk bersama membangun Bukittinggi. Biduak lalu, kiambang batawuik,” tegasnya.

(Ophik)

0Shares
To Top