Galetek

Roh Dalam Kemajuan

Catatan : Harmen

Harus diakui, 3 tahun terakhir, Pemerintahan Kabupaten Agam semakin gencar mengaplikasikan harap banyak pihak dalam beragam pembangunan pisik.

Bukti nyata, 3 tiga tahun terakhir sosok ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung semakin benderang dengan kemajuan. Berbagai gedung perkantoran, sarana olahraga, ruang terbuka hijau, sarana jalan dan berbagai pernik berwujudkan sosok kemajuan, sangat terpatri dan dikonsumsi public dalam wahana kebanggaan.

Hal itu terbukti, kota Lubukbasung semakin menjadi ikon. Wajar, jika tahun ini Pemkab.Agam mendeklarasikan sebagai tahun kunjungan wisata, karena sosok Lubukbasung, sebagai sentral pemerintahan daerah ini, sudah bisa tampil mengesankan sehingga bisa diusung dengan dada membusung sebagai satu kebanggaan.

Roh kemajuan kabupaten Agam yang kini justru masih terus dipacu, menjalar ke seluruh wilayah nagari dan kecamatan. Target Bupati Indra Catri, membangun sarana perkantoran di berbagai nagari, kantor wali nagari, gedung puskesmas, kantor camat, pasar-pasar, menjadikan daerah ini semakin berdenyut maju.

Alangkah luar biasanya daerah ini, jika hanya berpedoman pada potensi yang ada. Dengan APBD yang terus menaik, bahkan tahun ini tercatat Rp.1,5 triliun, perubahan sebagai tuntutan sejak lama dari masyarakat, perlahan namun pasti terjawab.

Hanya saja, berkaca dari kemajuan itu sendiri, roh kemajuan yang mestinya membahana, masih redup dilingkup kepentingan. Bahkan kini banyak yang buta ada tampilan kota yang jika dibandingkan dengan 5 tahun terakhir, sangat luar biasa kemajuan yang terasa, “ semua jalan sudah menghitam, “ ungkap Nuraini, warga Batuhampa, Manggopoh menggambarkan kemajuan.

Dan roh kemajuan itu sendiri, entah akan meredup atau bahkan mungkin menjauh, setelah dalam gencar di satu dasawarsa ini, terjadi perubahan pemimpin dengan pola atau strategi yang berbeda dalam memandang kemajuan.

Alangkah luarbiasanya sebetulnya, jika roh dalam kemajuan itu tetap menjadi sebuah kebanggaan yang harus terus diperlihara, tentu oleh masyarakat luas, dengan membangun peduli. Peduli akan lingkungan, peduli akan kebersihan, bahkan peduli akan sosok yang peduli akan kemajuan itu sendiri.

Karena pada prinsipnya, roh dalam kemajuan itu sendiri, adalah rasa yang mengakui dan menghargai apa sesungguhnya yang sudah dilakukan oleh orang lain.(*)

To Top