Lisanmu Cerminan Kepribadianmu

Lisan merupakan anugerah yang diberikan kepada umat manusia. Dengan lisan dapat membahagiakan sekaligus menyakiti orang, membuat orang menangis disaat yang sama juga bisa membuat orang tersenyum.

Berbicara masalah lisan, pada prinsipnya lisan membawa manfaat sekaligus mudharat yang mengikutinya. Hal ini bergantung pada cara kita menggunakan lisan tersebut. Tetapi kita terkadang tidak menghiraukan hal yang ditimbulkan dari apa yang kita keluarkan dari lisan kita. Rasulullah saw. Bersabda,
سلامة الإنسان في حفظ اللسان
“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (H.R. al-Bukhori).

Dalam pandangan Islam, Jika seseorang tidak bisa berbicara yang mengandung manfaat, maka lebih baik diam.

Lisan sangat berperan dalam membentuk kepribadian kita. Sahabat Ali juga menambahkan, “Lisanmu menuntut apa yang telah engkau biasakan kepadanya, dan lisan cenderung tidak mematuhi pemiliknya. Karena itu, lisanmu laksana binatang buas yang jika dilepaskan maka akan menggigitmu atau menggigit orang-orang disekitarmu.” ( Lukman Santoso, 2008: 30-31).

Sementara itu, seorang ahli hikmah mengatakan, berbicara tanpa dilandasi pemikiran yang matang merupakan sebuah kesalahan yang fatal, karena faktanya tidak sedikit orang yang hancur dikarenakan hanya dengan ucapannya mereka sendiri. Dan dengan lisan juga potensi terbesar penyebaran berita hoaks, padahal dalam Islam ataupun konteks kemanusiaan menyebarkan berita bohong merupakan perbuatan yang terlarang.

Menjaga lisan dari berkata bohong, menggunjing, menyindir dan lain sebagainya mungkin hal yang terbilang berat, karena perbuatan tersebut telah menjadi kebiasaan yang lumrah di kalangan masyarakat umum. Namun jika kita memiliki keinginan yang kuat untuk meninggalkan semuanya, maka tidak ada yang tidak mungkin.

Cara mengatasi agar kita bisa meminimalkan perbuatan keji tersebut sebenarnya sangat mudah dan simpel, yaitu jauhi forum tongkrongan bersama yang tidak ada manfaatnya, karena potensi terbesar menggunjing, menyindir dan lain sebagainya ialah pada forum tersebut.

(sumber:bincangsyariah.com/www.kiblat.net)

0Shares