Bukittinggi, KABA12.com — Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), menargetkan pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II untuk pembangunan kandang zona reptil dan zona karnivora, selesai pada akhir Desember 2020.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Supadria, melalui Kepala Bidang TMSBK, Ikbal, mengatakan, hingga saat ini bobot pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II sudah mendekati 90 persen.
Revitalisasi TMSBK tahap II meliputi penyelesaian zona burung, pembuatan kandang zona reptile seperti kandang buaya, ular, kura-kura, dan hewan reptil lainnya, serta pembuatan kandang zona karnivora, seperti kandang Harimau, Singa, Macan Dahan, Macan Tutul, Kucing Emas serta hewan karnivora lainnya.
Untuk penampilan kandang zona reptil dan zona karnivora ini, kandangnya dibuat secara menarik dengan gaya modern. Dengan selesainya pembangunan kandang dua zona tersebut, nantinya pengunjung akan merasakan berada di alam reptil itu sendiri, dan pengunjung juga dapat berintegrasi dengan hewan hewan karnivora dari balik dinding kaca tebal.
“Pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap II telah dimulai sejak April 2020 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020, dengan anggaran sebesar Rp 13 milyar lebih dari APBD Kota Bukittinggi. Revitalisasi TMSBK tahap II ini juga merupakan lanjutan dari pekerjaan revitalisasi TMSBK tahap I untuk zona burung kandang Aviary, yang pekerjaannya telah selesai dilaksanakan,” ujar Ikbal.
Menurutnya, revitalisasi TMSBK yang dilaksanakan bertujuan untuk lebih memberikan suasana baru bagi satwa yang ada didalamnya. Disamping itu, juga untuk menjadikan TMSBK Bukittinggi menuju pengelolaan TMSBK yang modern. Artinya dalam TMSBK ada pemeliharaan, pengembangan dan aktivitas penelitian atau edukasi,sehingga pada akhirnya TMSBK Bukittinggi memiliki konsep konservasi, edukasi dan rekreasi.
Sebagai kota pariwisata tambah Ikbal, Kota Bukittinggi mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Oleh karena itu, berbagai terobosan dilakukan pemerintah daerah untuk pembenahan dan pengembangan objek wisata.
“Dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan ke Bukittinggi, tentu akan berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga,” jelas Ikbal.
(Ophik)