Bukittinggi KABA12.com — Kemeriahan tampak dari suasana reses Asril, SE, Ketua Komisi II DPRD Bukittinggi, di daerah Surau Gadang, kelurahan Campago Ipuah, kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Minggu (18/03). Ratusan warga yang hadir dan tamu undangan, Kepala SOPD, Camat, Lurah se kecamatan MKS serta narasumber, disambut dengan atraksi silek nan memukau.
Politisi dari partai nasdem ini, dalam reses masa sidang I tahun 2018 nya menghadirkan sejumlah narasumber yang merupakan pakar di bidang pertanian serta peningkatan produktivitas masyarakat. Narasumber itu, Zuhrizal Chaniago, Praktisi DPD AELI Sumbar. Isteti Murni dari STIE H. Agus Salim. Yurma Metri dari STP H. Agus Salim. Ivonne Ayesha dari Fakultas Pertanian UNES Padang dan Yuedra Efendi, Kasubdit sarana dan prasarana Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Asril, SE, dalam paparannya menjelaskan, kegiatan reses ini merupakan kewajiban anggota DPRD, untuk menjemput aspirasi waega, yang sifatnya mendesak. Poin dari aspirasi warga itu, menjadi catatan penting sebagai bahan untuk memperjuangkannya dalam pembahasan dengan pemerintah kota.
Pada kesempatan ini, Asril, SE memfokuskan resesnya pada peningkatan pemanfaatan lahan dan peningkatan produktivitas individu masyarakat perkotaan. Ide ini didasarkan pada semakin minimnya lahan pertanian dan penghijauan di Bukittinggi di tengah banyaknya pembangunan fosok yang diupayakan pemerintah.
“Kita akan rencanakan kegiatan reboisasi yang telah dilaksanakan sejak 2017 lalu. Nantinya akan diupayakan setiap kelurahan di kecamatan MKS, memiliki tanaman yang menjadi icon daerah masing-masing,” harapnya.
Upaya itu, mulai direalisasikan Asril, sejak beberapa tahun terakhir. Dimana, dana pokok pikirannya selalu diarahkan kepada pembelian bibit buah-buahan dan disebar di seluruh kelurahan. Bahkan, untuk pokir 2018, seluruh dana pokirnya yang berjumlah Rp 700 juta telah diarahkan untuk bidang pertanian, pembelian bibit tanaman buah-buahan dan Campago Ipuah jadi sentral pembibitannya, karena saat ini sudah ditanam ratusan tanaman durian di daerah itu.
“Peningkatan pemanfaatan lahan merupakan hal yang penting. Jangan sampai lahan yang ada kosong dan tidak dimanfaatkan. Produktivitas masyarakat harus lebih ditingkatkan. Sehingga nantinya dari pemanfaatan lahan untuk tanaman dan penghijuan itu, menghasikan dampak positif bagi seluruh warga Bukittinggi, baik untuk keasrian udara kota dan peningkatan perekonomian warga,” ujar Asril.
Pemikiran Asril tersebut, mendapat apresiasi dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Yuedra Efendi, Kasubdit Sarana dan Prasarana Kementrian mengungkapkan, dengan reses ini dapat dikerucutkan, apa kebutuhan warga di bidang pertanian dan pemanfaatan lahan ini. Sehingga hasilnya nanti dapat menjadi aspirasi yang dapat dipejuangkan anggota dewan di parlemen.
“Kita harapkan, warga paham dan terlibat serta merasakan bagaimana proses dimulai dari menanam, mengolah dan memetik. Tidak banyak yang punya pikiran seperti ini, untuk itu mari dimanfaatkan dengan maksimal, demi perkembangan pemerintah kota. Kami dari pusat siap memfasilitasi dan melakukan pembinaan,” ulasnya.
(Ophik)