Lubukbasung, kaba12.com — Untuk meredam lonjakan dan potensi pemaparan kasus baru covid-19 di kabupaten Agam, khususnya di klaster pondok pesantren, dijadualkan seluruh warga pondok pesantren yang ada di kabupaten Agam akan dilakukan tes swab.
Hal itu ditegaskan Ketua Harian GTP2 Covid-19 Agam, H.M.Dt.Maruhun, usai rapat khusus dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan virus corona di kabupaten Agam, Kamis sore kemarin.
Disebutkan M.Dt.Maruhun, sesuai hasil keputusan bersama pihaknya dengan unsur terkait, bagi pondok pesantren yang boarding dan sudah mulai pembelajaran tatap muka, diputuskan seluruh warganya diswab untuk memutus mata rantai Covid-19.
Ditambahkan, pihaknya tidak ingin kecolongan lagi, karena ponpes salah satu klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Agam, terutama melihat lonjakan kasus baru positif covid-19, yang didominasi klaster ponpes, disusul klaster pesta perkawinan dan pendatang dari luar daerah.
Untuk menindaklanjuti dan mempersiapkan hal itu, pihaknya meminta seluruh camat dan jajaran puskesmas di kabupaten Agam, untuk melakukan pendataan dan diinformasikan jumlah warga pondok yang akan diswab. “Pendataan dilakukan baik jumlah orang akan diswab maupun alat yang dibutuhkan, jika stok di puskesmas atau dinas kesehatan tidak mencukupi kita akan upayakan dari provinsi atau dibeli,” tegasnya.
Menurutnya, hingga beberapa hari ke depan akan difokuskan untuk pengambilan swab test di ponpes yang ada di kabupaten Agam, disamping menuntaskan kluster lain. “Kita akan susun jadwalnya, untuk tahap awal akan dilaksanakan Jumat besok di Kecamatan Sungai Pua yang akan didampingi Kakan.Kemenag Agam,” sebutnya.
Ditambahkan, untuk sampel swab, untuk Agam wilayah Timur diantar ke Laboratorium Veteriner Baso, sedangkan Agam wilayah Barat, akan diantar ke Laboratorium RS Unand, Padang untuk mempersingkat jarak, agar sampelnya cepat diperiksa.
M.Dt.Maruhun yang juga Sekab.Agam itu, menjelaskan, apabila nanti ditemukan ada warga ponpes yang positif Covid-19, maka pihaknya minta kepada Kantor Kemenag Agam agar dapat memanfaatkan asrama untuk tempat isolasi dan dipisahkan dengan yang lainnya, mengingat ruang isolasi yang tersedia sangat terbatas, bahkan setiap camat juga diminta untuk menyediakan tempat isolasi di wilayah masing-masing.
HARMEN
