Lubukbasung, kaba12.com — Pengawasan aktivitas perdagangan di seluruh pasar tradisional di kabupaten Agam terus berlanjut, melibatkan seluruh unsur pemerintah nagari dan kecamatan untuk memutus rantai penyebaran virus corona ditengah masyarakat.
Upaya pengawasan, terutama bagi pedagang dari luar daerah Agam serta pengaturan pola berdagang dalam pasar dengan mengatur jarak antar pedagang, termasuk jarak dengan para pembeli, sebagai langkah memutus rantai penyebaran virus corona itu.
Selain itu, sesuai dengan kebijakan daerah di seluruh wilayah kabupaten Agam, untuk mengurai potensi keramaian setiap hari balai, saat ini sudah diterapkan pola pasar harian di berbagai pasar serikat dan pasar tradisional, sehingga masyarakat bisa berbelanja kebutuhan harian setiap hari di pasar.
Menurut Yosefriawan, ketua Satgas Penanggulangan Dampak Ekonomi (PDE) Covid-19 Agam menjawab kaba12.com, di posko utama GTP2 Covid-19 Agam menyebutkan, pengawasan aktivitas perdagangan di seluruh pasar yang ada di kabupaten Agam semakin ditingkatkan, karena kawasan pasar menjadi area paling rawan pemaparan virus corona itu.

Disebutkan, dalam sepekan terakhir, upaya mengurai keramaian dan mengalihkan hari pasar ke pasar harian sudah berlangsung dan masyarakat terlihat merespon positif hal itu, karena mereka bisa setiap hari berbelanja kebutuhan dapur di pasar, “ kita berharap, langkah ini efektif dalam memutus rantai penyebaran covid-19, “ sebut Yosefriawan.
Pengalihan kegiatan perdagangan di hari pakan itu sendiri, sempat memicu reaksi para pedagang di hari pertama penerapan, karena belum diperoleh solusi yang pas, karena saat bersamaan, laju paparan pandemic covid-19 di Agam sedang tinggi karena banyak warga yang positif terpapar covid-19.
HARMEN
