Puluhan Pemuda Di Agam Ikuti Seleksi Program Magang Ke Jepang

Lubukbasung, KABA12.com — Sebanyak 36 orang pemuda Kabupaten Agam ikuti seleksi program kerja magang ke Jepang. Serangkaian test umum yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat satu pekan terakhir telah dilalui hingga menyisakan 14 orang peserta yang saat ini tengah menunggu hasil akhir dari porses seleksi.

Kepala DPMPTSP-Naker Agam melalui Kasi Peningkatan Tenaga Kerja, Kusma Betty mengatakan usai mengetahui hasil akhir seleksi provinsi pada Kamis (03/05) depan, para calon peserta program kerja magang ke Jepang akan mengikuti seleksi dan pendidikan di pusat.

“Dari seleksi tes matematika dihari pertama anak kita dari 36 orang lulus sebanyak 18 orang, kemudian pada tes kesamaptaan lulus 16 orang, lalu tes ketahanan fisik lulus 14 orang hingga tes terakhir wawancara yang hasilnya akan diumumkan pada Kamis depan,” ujar Betty pada KABA12.com, Jumat (27/04).

Dikatakannya, para calon peserta kerja magang ke Jepang ini merupakan pemuda yang mendaftarkan dirinya setelah DPMPTSP-Naker Agam memberikan sosialisasi pada kecamatan dan sekolah-sekolah. Kemudian para pendaftar diberikan pembekalan selama lima hari, serta dianjurkan untuk mengikuti pelatihan di LPK Yaruki Padang.

Lebih lanjut Kasi Peningkatan Tenaga Kerja DPMPTSP-Naker Agam itu menjelaskan, bagi para calon peserta magang ke Jepang yang belum lulus pada seleksi ditingkat provinsi ini nantinya dapat kembali mencoba peruntungannya pada tes seleksi program magang pada bulan September 2018 mendatang.

“Program kerja magang ke Jepang ini digelar dua kali setahun jadi yang belum lolos sekarang dapat kembali mencoba pada bulan September sebelum usianya 26 tahun,” jelasnya.

Betty menambahkan, bagai anak muda yang memilki skill dan mau bekerja industri ke luar negeri agar dapat mendaftar pada program magang berikutnya. Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain seperti, batasan usia mulai dari 18 hingga 26 tahun, lulusan SMA/SMK, tidak cacat, tidak memiliki tato, tindik serta pnyakit bawaan, “khusus untuk lulusan SMA harus sertifkasi teknik,” sebutnya.

Dia pun berharap, semoga program ini bisa dimanfaatkan oleh pemuda untuk sebagai lapangan menimba ilmu dan peluang kerja. Setelah dari sana mereka diharapkan dengan modal yang didapat bisa membuka lapangan usaha buat diri sendiri dan lapangan pekerjaan buat yang lainnya, “sehingga perekonomian daerah kita bisa meningkat dan lebih baik,” harap Kusma Betty.

(Jaswit)

0Shares