Puhun Tembok Mulai Sekolah Keluarga

Bukittinggi, KABA12.com — 30 warga kelurahan Puhun Tembok kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi, mengikuti sekolah keluarga yang telah dilaunching pada 24 Februari lalu. Pelaksanaan sekolah keluarga di Puhun Tembok, Kamis (22/03) ini, merupakan yang pertama diselenggarakan di Bukittinggi, pasca launching di gedung Triarga.

Ketua TP PKK Kelurahan Puhum Tembok, Ny. Kemala Hayati Taufik menjelaskan, minat warga untuk mengikuti sekolah keluarga di kelurahannya cukup tinggi. Namun, karena memang dibatasi, hanya 30 orang yang mengikuti pelaksanaan sekolah keluarga kali ini selama 16 minggu. Peserta merupakan warga yang sudah berumah tangga dan maksimal umur 60 tahun serta berdomisili di kelurahan Puhun Tembok.

“Untuk kelurahan Puhun Tembok, sekolah keluarga ini, dilaksanakan satu kali satu minggu, setiap hari Kamis pukul 14.00 WIB, dengan narasumber yang berbeda tiap minggunya. Nanti, setelah selesai mengikuti sekolah keluarga ini selama 16 kali pertemuan, peserta akan diwisuda,” jelasnya.

Pihak kelurahan berharap, para peserta sekolah keluarga diharapkan bisa membagi ilmu yg di dapat dan menjadi duta sekolah keluarga untuk turun ke lapangan, untuk mengaplikasikan apa yang di dapat di sekolah keluarga ini.

Sementara, Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan yang membuka langsung secara resmi sekolah keluarga di kelurhan Puhun Tembok ini, mengapresiasi tingginya minat wagra untuk mengikuti sekolah keluarga ini. Diakui, banyak pendaftar, namun untuk tahap awal ini, hanya 30 pendaftar yang diterima.

Sekolah keluarga merupakan pogram yang dicetuskan oleh Ketua TP PKK Bukittinggi, yang bertujuan untuk memahami sejumlah permasalahan sosial kemasyarakatan. Khususnya yang menimpa golongan remaja beberapa waktu terakhir dan memang menjadi sorotan berbagai pihak.

“Tujuan sekolah keluarga menciptakan generasi muda yang berkualitas melalui ketahanan keluarga. Kita ingin menyalamatkan keluarga dari perrmasalahan sosial yang kapan dan dimana saja bisa terjadi. Sekolah keluarga juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya,” jelas Yesi didampingi Kadis P3APPKB, Tati Yasmarni.

Untuk tahap awal, lanjut Istri Walikota ini, dipilih satu kelurahan per kecamatan, dilaksanakan akhir Maret hingga awal Agustus 2018. Kelurahan yang saat ini, nantinya jadi percontohan dan tidak tertutup kemungkinan akan dilaksanakan sekolah keluarga tahap selanjutnya. Kecamatan MKS diwakili kelurahan Puhun Tembok, kecamatan Guguak Panjang diwakili kelurahan ATTS dan kecamatan ABTB diwakili kelurahan Aur Kuning.

“Kita harapkan kedepan, para suami atau bapak atau pasangan suami istri langsung, ikut dalam sekolah keluarga ini, jangan hanya ibu-ibu saja. Sehingga kedua belah pihak dapat mengerti dan hasil sekolah keluarga ini dapat diterapkan bersama di tengah keluarga,” harapnya.

Pada hari pertama Sekolah Keluarga di Puhun Tembok, menghadirkan narasumber kepala KUA kecamatan MKS, dengan materi konsep perkawinan. Selama sekolah keluarga nantinya, peserta akan diberi materi delapan fungsi keluarga dan kesejahteraan sosial.

(Ophik)

0Shares