Lubukbasung,kaba12 — PT.MIGAS tidak memberikan izin dan rekomendasikan pemakaian BBM jenis bio solar untuk operasional alat berat penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam dalam masa transisi pemulihan penanganan dampak bencana hidrometeorologi 2025.
Untuk mendukung oprerasional seluruh alat berat yang dikelola Pemkab.Agam, akan menggunakan BBM jenis dexlite dengan harga yang lebih tinggi.
Sementara, hingga Jumat, (9/1/2026), seluruh tercatat sebanyak 83 unit alat berat dan truk, yang tersebar di 5 kecamatan, masih tidak beroperasi karena stok BBM habis. Dan direncanakan, Sabtu, (10/1/2026) besok, akan kembali dioperasionalkan, dengan menggunakan BBM jenis dexlite.
Hal itu dibenarkan Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam menjawab konfirmasi kaba12, Jumat, (9/1/2026) terkait perkembangan permintaan Pemkab.Agam pada PT.MIGAS dalam memberikan rekomendasi untuk pemakaian BBM jenis biosolar dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam, yang ternyata ditolak.

Disebutkan, sesuai dengan hasil keputusan rapat evaluasi,Pemkab.Agam akan menggunakan BBM jenis dexlite untuk seluruh alat berat yang beroperasi di lapangan, dan dijadwalkan akan direalisasikan mulai Sabtu besok, ”kita tengah menyiapkan dukungan administrasinya, termasuk kerjasama dengan SPBU distributor, “ sebutnya.
Sesuai data yang diperoleh, khususnya penanganan dampak bencana di Kabupaten Agam, untuk pembersihan material batu-batu besar, lumpur dan penanganan lain di lapangan,beroperasi sebanyak 50 unit excavator, 27 unit dum truk, 1 unit dozer, 1 unit tandem loader, 3 unit loader dan 1 unit vibro roller.

Seluruh alat berat itu disebar di berbagai kecamatan masing-masing kecamatan Palembayan sebanyak 13 excavator, 11 dum truk dan 1 dozer, di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak 18 unit excavator, 4 dum truk dan 1 loader, di Kecamatan Malalak diturunkan sebanyak 17 excavator, 12 dum truk, dan 2 unit loader, sementara di Kecamatan Palupuah dan Matur masing-masing diturunkan 1 unit excavator.
(HARMEN)