Lubukbasung,kaba12 — Dijadualkan, mulai Senin, (1/12) RSUD Lubukbasung akan menjadi pusat Disaster Victim Identivication (DVI) Polda Sumatera Barat, untuk menangani dan mengidentifikasi para korban meninggal yang berhasil ditemukan dalam proses pencarian korban terdampak bencana banjir bandang di Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan.
Sebelumnya, proses idetintifitas oleh tim DVI Polda Sumbar bersama tim Inafis Polres Agam, melakukan proses identifikasi di lokasi pengumpulan mayat korban yang ditemukan di kompleks Mesjid Nurul Hikmah, Padang Koto Gadang, Palembayan, sebelum proses pemulangan pada keluarga korban dan proses pemakaman bagi korban yang tidak diketahui identitasnya atau tidak dijemput keluarga.

Bahkan, sebelumnya pasca bencana banjir bandang di Salareh Aia Utara, yang saat ini sudah mencatatkan 97 korban meninggal dunia dan 63 orang dinyatakan hilang, bahkan sesuai prediksi Bupati Agam H.Beni Warlis, diperkirakan masih ada sekitar 300-an warga yang masih tertimbun tumpahan material banjir bandang di wilayah itu, sebagian korban yang tidak memiliki diketahui identitasnya terpaksa diangkut menggunakan helicopter ke RS.Bhayangkara Polda Sumbar di Padang untuk proses identifikasi.
Pemindahan pusat DVI Polda Sumbar untuk proses identifikasi para korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam ke RSUD Lubukbasung itu, dibenarkan dr.Riko Krisman,Sp,An, Direktur RSUD Lubukbasung menjawab kaba12, Senin, (1/12).
Dijelaskan, sesuai permintaan pimpina Polda Sumbar dan Polres Agam, untuk pusat identifikasi para korban meninggal yang ditemukan, mulai Senin ini , dipindahkan ke RSUD Lubukbasung, terutama untuk kelancaran proses identifikasi dan perangkat pendukung.

Disebutkan, selain tim DVI dan Inafis, proses identifikasi juga akan melibatkan tim Disdukcapil Agam, untuk dukungan data para korban, yang berada tak jauh dari kompleks RSUD Lubukbasung, sehingga akan semakin memudahkan koordinasi.
Terkait dengan dukungan RSUD Lubukbasung sendiri, diyakinkan dr.Riko Krisman, pihaknya sudah menyiapkan ruangan khusus di samping kamar jenazah kompleks gedung IGD, termasuk dukungan sarana ambulance untuk mobilitas.
Terkait mobilitas ambulance dan perangkat lapangan lainnya, pihaknya berharap dukungan dari Dinkes Agam, untuk sarana ambulance, untuk mengantisipasi lonjakan korban yang disaat bersamaan ditemukan dan harus dibawa dari lokasi penemuan ke RSUD Lubukbasung.
“Secara khusus, kita siap. Ruangan khusus dan sarana sudah kita siapkan. Mulai Senin ini, pusat DVI Polda Sumbar untuk identifikasi korban yang ditemukan meninggal dampak bencana hidrometeorologi di Salareh Aia Utara akan beroperasi, “tegas Riko Krisman lagi.
(HARMEN)
