Porporv XVI Sumbar Prihatin, Atlet Agam Luar Biasa, Urunan Buat Berlaga

Lubukbasung, kaba12 — Porprov XVI Sumbar yang dijadualkan dibuka Jumat, (2/10/2026) malam di gubernuran Sumbar di Padang, betul-betul mencatatkan sejarah memilukan. Pasalnya,baru kali ini ,persiapan dan kegiatan pekan olahraga propinsi yang dilakukan pemerintah khususnya di Disparpora Agam, tanpa persiapan yang matang.

Walau diklaim sebelumnya Kabupaten Agam merupakan daerah paling siap di Sumatera Barat, karena dana sudah dialokasikan dalam APBD 2026, ternyata untuk persiapan dan pelaksanaan, para atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga terpaksa urunan ( iuran ) untuk mengharumkan nama daerah, karena dana masih tidak bisa dikucurkan.

Yang memprihatinkan, para atlet, pelatih dan pengurus cabang yang sudah harus bertolak ke berbagai daerah untuk memulai rangkaian pertandingan, seperti cabang taekwondo di Solok, cabang Arung Jeram di Pasaman Barat,beberapa cabang di Mentawai,cabang Muaithai di Padang dan cabang-cabang lain di berbagai daerah di Sumbar, terpaksa berangkat sendiri, carter kendaraan, menalangani biaya makan, karena dana awal dari Diparpora Agam tak kunjung cair.

Kondisi itu, dibenarkan Erwin Tanjung, ketua Pengcab.Taekwondo Agam yang sejak Kamis,(1/10/2026) sudah berada di Kota Solok untuk memulai rangkaian pertandingan Jumat,(2/10/2026), “ ini betul-betul luar biasa, kami berpaksa mencari dukungan pinjaman, termasuk urunan dengan seluruh atlet untuk bisa mengikuti event Porprov. Baru kali ini dalam sejarah olahraga di Kabupaten Agam yang pernah saya lalui, “tegasnya dengan nada tinggi.

Erwin Tanjung juga menyesalkan di Kota Solok, sampai Jumat ini, tidak ada koorditor daerah yang ditempatkan di Solok untuk membantu para atlet, termasuk untuk penginapan dan makan, “janjinya sudah ada yang menunggu dan membantu di daerah tuan rumah pelaksana pertandingan. Saya hubungi kepala Disparpora Agam untuk melaporkan kondisi itu, HP nya juga tidak diangkat-angkat, ini betul-betul luar biasa, “tegasnya lagi.

Kondisi serupa diamini Yosef Adi Putra, ketua Pengcab.Muaithai Agam, Mesfian Dreky, Ketua Pengcab. Pergatsi, Melwadi, ketua Pengcab.PGSI dan banyak pengurus cabang lain, “janjinya, setelah Porprov akan diselesaikan, untuk armada, penginapan, dan lainnya diminta diatasi dulu, sementara makan akan ditanggung panitia, kita akan lihat bagaimana di lapangan, “ungkap Yosep yang dijadualkan akan bertolak ke Padang, Jumat sore ini.

Dalam pertemuan sebelumnya dengan Sekab.Agam, Kadispapora Agam dan pejabat daerah lainnya, para pengurus cabang olahraga juga sudah menyampaikan protes dan mempertanyakan soal pemberangkatan atlet, soal penginapan, biaya makan dan berbagai kebutuhan lain,ditanggapi terpaksa diambil kebijakan sendiri oleh pengurus cabang dan official cabang, “bapandai-pandai selah dulu. Itu jawaban Kadispapora Agam, sampai dana yang dibutuhkan bisa cair dari Pemkab.Agam, “sebut Yosef Adi Putra dan Mesfian Dreki.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12, pemberangkatan kontingen Agam dengan kekuatan 500 orang, 400 orang atlet dan 100 orang official itu, sudah dilepas dengan sangat sederhana oleh Bupati Agam Kamis kemarin, dan dihadapi beberapa pengurus cabang itu, justru sudah mendapat alokasi anggaran yang cukup besar yakni Rp.3,4 miliar, namun para atlet tetap tidak mendapatkan seragam kontingen,peralatan bertanding dan kebutuhan dasar atlet lainnya.

(HARMEN)

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   2   =