Polisi Amankan Oknum Petugas Keamanan Panorama Baru Bersenjata

Bukittinggi, KABA12 — Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bukittinggi amankan RH (42), oknum petugas keamanan Taman Panorama Baru, Kota Bukittinggi, yang diduga telah melakukan pengancaman bahkan aksi penembakan, yang terjadi, Sabtu (05/04) lalu. Pelaku melakukan hal itu, saat meminta gaji atau upah, yang tak kunjung dibayarkan.

Kapolresta Bukittinggi, melalui Kasat Reskrim, AKP Idris Bakara, mengatakan, tindakan ini dilakukan RH saat meminta hak gajinya yang tak kunjung dibayar. Aksi tersebut, terekam CCTV, yang menjadi salah satu bukti, kejadian penembakan ke udara itu.

“Aksi koboi RH ini terekam CCTV, saat itu sedang mendatangi dua orang pria. Terlihat ia datang bersama rekannya, sembari memegang pistol yang diketahui merupakan air gun, dan keributan tidak terelakkan” jelasnya, Selasa (08/04).

Selanjutnya, ulas Idris Bakara, RH mengacungkan air gun ke seseorang. Bahkan, ia juga sempat melepaskan satu tembakan ke atas.

“RH yang telah emosi terus memberontak meskipun telah dicoba dipegangi oleh seseorang. Ia juga mengarahkan air gun tersebut ke kepala pria yang mencoba melerai. Tangan pelaku berhasil dipegang, dan ditenangkan,” terangnya.

Idris Bakara melanjutkan, pasca kejadian ini korban tidak terima dan membuat laporan. Berdasarkan laporan itulah, RH lalu diamankan Tim Operasional Satreskrim.

“Pemicu keributan lantaran hak gaji yang tak dibayarkan. Informasinya, RH mendapat upah keamanan sebesar Rp150 ribu per hari kalau dia masuk kerja dan yang belum terbayarkan selama empat hari atau totalnya Rp600 ribu,” jelasnya.

Aksi ini, berawal saat pelaku menagih gajinya via telepon. Selanjutnya disuruh untuk mendatangi korban, namun diduga tidak terima karena mendapat nada menantang.

“Pelaku kesal karena nada menantang, makanya datang dengan membawa air gun itu,” imbuhnya.

Idris Bakara menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, air gun yang digunakan bukan milik pelaku, melainkan pinjam dari iparnya. Saat ini, kepolisian sedang berupaya mencari barang bukti.

Idris Bakara belum bisa membeberkan pasal yang nantinya akan disangkakan kepada pelaku. Penyidik masih melakukan pemeriksaan mendalam.

(Ophik)

0Shares