Polemik Pasar dan PDAM Jadi Sorotan Reses Beny Yusrial

Bukittinggi, KABA12.com — Pimpinan dan anggota DPRD Bukittinggi kembali melaksanakan reses untuk masa sidang tahun tiga tahun anggaran 2017.

Rses dilaksanakan selama lima hari, 04 hingga 06 dan 26 November serta 3 Desember 2017.

Seperti reses Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial yang dilaksanakan di kawasan Tangah Jua kecamatan ABTB, Minggu (05/11). Reses tersebut dihadiri Kadis LH, Kadis Parpora, Direktur PDAM, Camat ABTB, Lurah Aur Kuning, sejumah perwakilan SKPD lainnya serta ratusan masyarakat ABTB.

Beny Yusrial dalam pembukaannya menjelaskan reses kali ini merupakan kewajiban bagi anggota DPRD yang dilaksanakan setiap masa sidang. Reses dilaksanakan dengan tujuan menjemput aspirasi masyarakat khususnya di daerah pemilihan ABTB.

Dalam diskusinya, H. Syahiral, salah satu pedagang Pasar Atas meminta informasi tekait langkah pemerintah daerah pasca kebakaran Pasar. Sementara itu, Zulkarnain dari kelurahan Aur Kuning meminta penjelasan terkait penggalian pipa PDAM serta beberapa pertanyaan lain yang diapungkan oleh warga.

Menjawab tentang Pasar Atas, Beny Yusrial menegaskan, belum ada kepastian dari pemko terkait lokasi pasar penampungan. Hingga kini telah diajukan tiga pilihan untuk penampungan. Pilihan pertama di Jalan Minangkabau, parkir Gloria hingga pendakian Wowo. Pilihan kedua jalan Ahmad Yani depan STIE hingga Luak Anyia dan pilihan ketiga di jalan Perintis Kemerdekaan. Ketiganya sedang dinegoisasikan dengan tim perwakilan pedagang.

“Ini dilema bagi pemerintah, disatu sisi Bukittinggi, kekurangan lahan karena butuh jalan dengan panjang 1,5 km untuk dapat menampung sekitar 1194 pedagang, disisi lain butuh langkah cepat untuk membantu pedagang agar dapat kembali beraktivitas. Sedangkan untuk kelanjutan Pasar Atas sedang dikaji ulang oleh tim ahli,” jelasnya.

Untuk masalah air, Beny menjelaskan bahwa proyek itu merupakan hasil dana aspirasi anggota DPR RI Ade Rizki Pratama. Sehingga tender dilaksanakan di provinsi dan dilaksanakan oleh Balai Pengairan. Namun sudah ditegaskan bahwa tanggal 11 November batas akhir pekerjaan, khususnya di sepanjang Sudirman.

“Mudah-mudahan dengan pergantian pipa PDAM akan dapat menambah kelancaran air bersih di Bukittinggi, khususnya di kecamatan ABTB,” pungkasnya.

Direktur PDAM Tirta Jam Gadang, Murdi Tahman menambahkan, panjang pipa yang dikerjakan saat ini sepanjang 27 km dan dilaksanakan dalam tiga tahun pengerjaan,  dengan dana sekitar 20 Milyar. Sementara daerah hanya memfasilitasi jalur.

“PDAM minta maaf karena pekerjaan mengganggu kelancaran lalu lintas. Namun pemko juga menyayangkan proses pelaksanaan yang dinilai kurang maksimal sehingga memakan waktu yang lama,” jelasnya.

(Ophik)

0Shares