146 Siswa di Palupuah Keracunan, Diduga Bersumber Dari Makanan Dapur MBG

Lubukbasung, kaba12. -Warga kecamatan Palupuah, kabupaten Agam digegerkan dengan kasus sakit perut massal dampak keracunan yang diduga bersumber dari makanan dapur MBG di Palupuah.

Kejadian yang menghebohkan warga itu terjadi sejak Selasa, (1/9/2026) kemarin, dimana awalnya tercatat sebanyak 56 murid SD yang mengeluh sakit perut serentak.

Kejadian itu berlanjut hingga Rabu, (2/9/2026) sehingga tercatat data sementara sebanyak 146 siswa keracunan dan mendapat pengananan medis di puskesmas Palupuah dan berbagai pustu di wilayah tersebut.

Bahkan, tim Dinkes Agam dipimpin Kadinkes Hendri Rusdian langsung terjun ke lokasi kejadian untuk memantau proses penanganan terhadap ratusan siswa dan murid SD dan taman kanak- kanak yang terdampak keracunan tersebut.

Waktu dikonfirmasi kaba12 via ponselnya, Kadinkes Agam dr. H. Hendri Rusdian, M, Kes, membenarkan adanya kejadian keracunan di wilayah kecamatan Palupuah, Selasa, (2/9/2026).

Dijelaskan, data yang dihimpun dari seluruh pustu dan puskesmas yang menangani siswa dan murid SD-TK yang keracunan dengan keluhan sakit perut dan mual mencapai 146 orang, yang berasal dari 20 sekolah, baik SMP, SD maupun TK, sesuai data droping makanan dapur MBG yang memasok makanan untuk anak-anak di wilayah kecamatan Palupuah.

Disebutkan Hendri Rusdian, saat ini mayoritas siswa terdampak keracunan sudah tertangani dengan baik, sebagian sudah diperbolehkan pulang dan sebagian masih dalam penanganan.

” Kondisinya relatif stabil dan bisa diatasi di puskesmas dan padaustu yang ada di kecamatan Palupuah, ” tegas Hendri Rusdian lagi.

Menjawab kaba12, jenis makanan penyebab keracunan yang dikonsumsi ratusan anak-anak SMP, SD dan TK di kecamatan Palupuah itu, Kadinkes Agam tersebut menyebut masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan oleh tim BPOM dan Dinkes Agam, sesuai sample makanan yang dikonsumsi anak -anak Senin kemarin.

” Namun, penanganan intensif sudah dilakukan, dan kondisi anak-anak yang mengalami keracunan sudah tertangani dengan baik, ” jelasnya lagi.

Ditambahkan Hendri Rusdian, pihaknya bersama tim terkait juga sudah membuka posko di Palupuah untuk memantau perkembangan penanganan terhadap kasus tersebut, ” kondisi anak-anak stabil, sudah diatasi dengan optimal dan tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit, kita masih terus memantau perkembangannya,” ulas Kadinkes Agam itu lagi. –
HARMEN

5Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   9   =