Lubukbasung, KABA12.com — Sebanyak 10 anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Agam mengikuti kegiatan simulasi uji rencana kontinjensi gempa dan tsunami, selama 4 hari di Padang Panjang.
Selain PMI Cabang Kabupaten Agam, kegiatan uji simulasi rencana kontinjensi gempa dan tsunami itu juga diikuti PMI cabang di 7 kabupaten dan kota yang terdampak gempa dan tsunami serta 11 kabupaten dan kota penyangga.
Hal itu dibenarkan Kepala Markas PMI Cabang Kabupaten Agam, Ade Alfani, Selasa (24/11), sejak Senin (23/11) hingga Kamis (26/11) mendatang, pihaknya mengikuti simulasi rencana kontinjensi gempa dan tsunami guna mendalami pelaksanaan Tanggap Darurat Bencana (TDB) sesuai dengan standar yang ditentukan.
“Output PMI di kabupaten dan kota yang terdampak gempa dan tsunami sudah siap dan terlatih dalam melaksanakan posko TDB sesuai SOP dan Protap TDB PMI Provinsi Sumatera Barat yang ada,”ujarnya
Ia mengatakan, kegiatan yang digelar PMI Provinsi Sumatera Barat itu juga menjadi acuan dalam melaksanakan tugas PMI di tengah pandemi Covid-19.
“Saya berharap, 10 orang anggota PMI Agam yang terdiri dari 1 orang kepala markas, 1 orang pengurus, 4 orang staf dan 4 orang relawan dapat mengikuti simulasi ini dengan sebaik mungkin,” harap nya
Bentuk kegiatannya, selain simulasi tanggap darurat bencana gempa dan tsunami, juga dilakukan kunjungan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang untuk mengetahui seberapa besar ancaman gempa dan tsunami yang mungkin terjadi di Sumatera Barat
(Bryan)
